Seorang remaja bernama Muharam Nasution (14) tewas akibat tawuran antar kelompok geng motor di Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (22/6) sekitar pukul 03.30 WIB.
Dalam peristiwa tawuran tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan berinisial RY (19), IL (18), GR (21), RDS (18), MOH (17) dan FT (17).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan ada empat kelompok anggota geng motor yang terlibat dalam tawuran tersebut, di antaranya kelompok SL, SKM, Towaga dan NKB. Korban merupakan anggota geng motor bernama NKB.
Awalnya, para ketiga kelompok ini, SL, SKM dan Towaga mendapatkan arahan dari ketuanya untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok NKB. Ketiga kelompok tersebut menuju Jalan Setia dan menyerang kelompok NKB.
"Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka ini langsung menuju Jalan Setia, di mana tempat kejadian perkara (TKP) tersebut merupakan tempat kesepakatan antara geng motor SL, SKM dan Towaga. Dan saat itulah terjadi saling menyerang. Yang mana geng Motor SL, SKM dan Towaga ini menyerang korban pada saat itu ikut lari," kata Adrian dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Adrian menuturkan, kelompok NKB kalah jumlah dengan ketiga kelompok lainnya. Ada 200 orang dari tiga kelompok tersebut. Sementara NKB hanya 50 orang.
"Karena dikejar-kejar sama tiga geng motor, jadi ini tiga geng motor lawan satu ya, SL, SKM dan Towaga lawan NKB. Karena kalah kekuatan, si NKB ini lari. Nah, di situ korban itu tertinggal dari kelompoknya, dia ditabrak. Akhirnya dianiaya lah di situ korban bersama-sama," ujar Adrian.
Korban dianiaya dengan batu kemudian senjata tajam. Korban juga diseret ke parit tepi jalan.
"Dianiaya dengan batu, kemudian digunakan senjata tajam, ketapel dan lainnya dan panah. Kemudian, dianiaya hingga meninggal dunia di tempat. Kemudian si korban ini diseret ke parit, seperti yang rekan-rekan lihat beredar di media sosial," ucap Adrian.
Motif Unjuk Gigi Kekuatan Kelompok Geng MotorAdrian menjelaskan bahwa motif penyerangan didasari untuk menunjukkan siapa kelompok paling kuat.
"Motifnya ini adalah menunjukkan dominasi antar geng motor ini tadi. Jadi, kelompok geng motor ini dia ada semacam perjanjian Big Match, siapa yang paling kuat di sini. Jadi ini bukan memperebutkan wilayah. Tapi menentukan kelompok manalah yang paling kuat seperti itu," imbuh Adrian.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, mengatakan hasil autopsi terhadap korban ditemukan luka bacok di bagian kepala dan punggung
"Penyebab kematian adalah luka tusuk pada punggung kanan yang mengenai tulang iga kanan dan menembus pembuluh darah besar jantung, sehingga menyebabkan mati lemas," ucap Omrin.
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini "Ketuanya belum kita ungkap," ujar Omrin.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Hafizullah, menambahkan bahwa kelompok-kelompok tersebut tidak ada keterkaitan dengan organisasi masyarakat (ormas). Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami ketua dari kelompok geng motor tersebut.
"Untuk ketua-ketua, sudah ada namanya sama kami dan kami bersama Kanit Patumbak dan tim masih mendalami. Kalau terkait dengan ormas sampai saat ini murni adalah grup dari anak muda, grup geng motor. Tidak ada ormas-ormas yang mendukung terkait dengan geng motor mereka," kata Hafiz.





