Petani di Kabupaten Lebak, Banten, Diajak Untuk Penuhi Bahan Pokok Program MBG

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kelompok petani diajak untuk dapat memenuhi ketersediaan bahan pokok untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten.

"Kita sudah mensosialisasikan kepada kelompok petani agar mengembangkan komoditas pertanian pangan dan sayuran guna memenuhi kebutuhan program MBG," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Rabu.

Program MBG yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi petani.

Sebab, produksi hasil pertanian akan ditampung oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/MBG.

Peluang usaha pertanian itu dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga menyerap lapangan pekerjaan.

Karena itu, pihaknya mengajak semua kelompok petani di daerah ini dapat mengembangkan pertanian pangan dan sayuran.

"Kita mengapresiasi untuk kebutuhan bahan pokok khususnya beras sudah mampu dipasok dari petani lokal," kata Rahmat.

Menurut dia, selama ini, kebutuhan sayuran masih kekurangan untuk memenuhi dapur SPPG, sehingga terpaksa mendatangkan dari luar daerah.

Dengan demikian, pihaknya berharap petani menggalakkan tanaman sayuran dataran rendah, seperti kacang panjang, ketimun, faria dan hoyong.

Potensi tanaman sayuran di Kabupaten Lebak hampir di semua kecamatan, sehingga dapat memenuhi permintaan dapur SPPG.

"Kami meyakini usaha pertanian tumbuh dan berkembang adanya program MBG itu," katanya menjelaskan.

Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani mengatakan program MBG yang beroperasi daerah itu sebanyak 200 SPPG dan mereka menampung produk lokal untuk membantu pendapatan ekonomi petani.

Produk lokal itu di antaranya sektor pertanian pangan beras, aneka sayuran, buah-buahan, dan sektor peternakan unggas, telur serta sektor perikanan budidaya ikan tawar, seperti ikan gurame, emas, lele dan nila.

"Semua produk lokal itu ditampung SPPG untuk memberikan makanan yang berkualitas dan bermutu terhadap penerimaan manfaat program MBG," katanya menjelaskan.

Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan sejak program MBG digulirkan maka banyak petani di sini mengembangkan aneka tanaman sayuran dataran rendah.

"Kita hasil panen tanaman ketimun dari luas dua petak sawah dan ditampung SPPG dan bisa menghasilkan pendapatan Rp50 juta per musim," katanya menjelaskan.(chm)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada, Heatstroke dan Lonjakan Penyakit di Musim Kemarau Ekstrem
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhut Ajak Papua Pegunungan Jaga Hutan Lewat Penanaman Pohon
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Ali bin Abi Thalib Ungkap Sosok yang Tidak Layak Menjadi Pemimpin
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terserat Persoalan Suap Mahasiswa UBK, Gibran bin Jokowi Diminta Ungkap Penjelasan
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Pada 2025 AI menjadi permukaan serangan. Pada 2026, OrcaRouter menjadikan pertahanannya gratis.
• 6 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.