Kelakar Prabowo Susah Ganti Panglima TNI dan Kapolri karena Namanya Sama

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Mulanya, Prabowo menyapa jajaran pejabat yang hadir. Kemudian, di hadapan ribuan masyarakat, Prabowo menyinggung nama Panglima TNI dan Kapolri.

Kelakar Prabowo Susah Ganti Panglima TNI dan Kapolri karena Namanya Sama

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar soal sulitnya mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kelakar itu dilontarkan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). 

Baca Juga:
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII

Mulanya, Prabowo menyapa jajaran pejabat yang hadir. Kemudian, di hadapan ribuan masyarakat, Prabowo menyinggung nama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir dalam acara tersebut. 

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI ada Subianto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalo diganti," kata Prabowo.

Baca Juga:
Prabowo Beberkan Penyebab Gaji Guru Tak Naik: Uangnya Nggak Ada

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama yang diterimanya dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional.

"Ini juga selain kehormatan juga kebanggaan saya karena sudah cukup lama saya berjuang bersama para petani dan nelayan di seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga:
Prabowo Tutup 240 BUMN Tak Produktif: Kita Hemat Triliunan Rupiah

Prabowo kemudian menjelaskan alasan kedekatannya dengan kalangan petani dan nelayan. Sebagai mantan prajurit, ia menilai petani dan nelayan memiliki peran historis yang sangat besar dalam perjalanan bangsa, terutama pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

"Dan orang bertanya ada apa, Prabowo Subianto selalu bersama petani dan nelayan? Saya jelaskan, saya jelaskan sangat sederhana karena saya mantan prajurit, saya mantan tentara, saya mantan prajurit Indonesia. Dan mantan prajurit Indonesia dari lahirnya TNI, prajurit Indonesia, tentara Indonesia didukung oleh petani dan nelayan. Selalu dibantu oleh petani dan nelayan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, negara belum memiliki anggaran maupun sistem penggajian yang mapan. Namun para pejuang tetap berjuang mempertahankan republik karena kecintaan terhadap bangsa dan negara.

"Waktu kita deklarasikan, kita proklamasikan kemerdekaan kita, belum ada negara, belum ada anggaran, belum ada APBN, belum ada gaji, mereka yang memilih Republik Indonesia memilih karena hati, karena cinta bangsa Indonesia bukan karena gaji," ujar Prabowo.

"Tapi tentara waktu itu ditopang, didukung, diberi makanan oleh petani, oleh nelayan-nelayan seluruh Indonesia," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Listrik Menjadi Ukuran Peradaban
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Turun 3 Persen Imbas Sentimen MSCI, Rupiah Kembali ke Rp17.950 per USD
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Piala Dunia 2026: Cara Nonton Live Streaming Skotlandia vs Brasil Gratis
• 43 menit lalumedcom.id
thumb
KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali Terkait Kasus Izin Tinggal WNA
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kongres AS Perintahkan Trump Akhiri Perang Iran
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.