tvOnenews.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa memorandum antara Iran dan Amerika Serikat tidak menyebutkan program rudal balistik Iran.
"Tanpa ragu saya katakan [isu] rudal balistik tidak pernah menjadi subjek pembahasan antara Iran dan Amerika Serikat. Sama sekali tidak dibahas, dan tidak disebutkan dalam MoU. Jika Anda membaca syarat dan ketentuannya, tidak ada penyebutan rudal balistik sama sekali," kata Sharif saat konferensi pers bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Pakistan.
Dia menambahkan bahwa seharusnya tidak ada standar ganda antara negara-negara yang berbeda terkait isu kepemilikan rudal balistik.
Pada 18 Juni dini hari, Iran dan AS telah menandatangani memorandum secara jarak jauh untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
MoU tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, dengan isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui kesepakatan terpisah.
Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah pencabutan sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya.(chm)




