Kronologi 2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Ikut Pelatihan Militer, Terungkap Penyebabnya

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Dua orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dikabarkan meninggal dunia. Kronologi 2 calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal jadi perbincangan banyak orang.

Ya, baru-baru ini, kabar mengenai meninggalnya 2 peserta diklat calon manajer Koperasi Desa Merah Putih menggegerkan publik. Diketahui, pelatihan itu masih digelar di beberapa wilayah.

Dikutip dari KOMPAS.com pada Rabu (24/6/2026), sebanyak 30.000 peserta mengikuti kegiatan ini. Hal ini dilakukan sebagai diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mengungkap bahwa hal ini merupakan salah satu cara menumbuhkan cinta Tanah Air pada peserta sebelum terjun menjadi manajer Kopdes. Terlebih, peserta didominasi oleh anak-anak muda.

"Yang pertama, ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap negeri yang sangat kita cintai ini. Karena kan berbagai latar belakang, masih muda-muda, perlu penebalan rasa cinta terhadap bangsa dan negara," jelasnya.

Kegiatan ini pun menuai pro dan kotra. Bahkan, banyak yang menilai bahwa kegiatan ini tidak relevan dengan tugas manajer untuk mengelola koperasi.

Namun, kabar duka mendadak datang dari kegiatan ini. Dikutip dari Tribun-medan.com pada Rabu (24/6/2026), terungkap bahwa 2 orang peserta meninggal dunia.

Mereka adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufik. Keduanya meninggal saat kegiatan masih berlangsung.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo pun mengucapkan bela sungkawa. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tidak didominasi dengan aktivitas fisik berlebih.

Kegiatan banyak dilakukan di dalam ruang kelas. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

"Kami dari Kodam VI/Mulawarman mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Kita tentu tidak berharap hal ini terjadi," jelasnya.

 

"Kami garisbawahi, kegiatan yang dilaksanakan tidak melibatkan kegiatan fisik yang dalam artian dominan. Pola latihannya dominan pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas," jelasnya.

Kronologi meninggalnya dua peserta calon menajer Koperasi Desa Merah Putih ini pun menjadi perbincangan. Anissa Muyassaroh yang merupakan calon manajer Kopdes dari Jawa Timur, diketahui mengalami masalah kesehatan. Hal itu terjadi pada Kamis (18.6.2026) lalu.

Dirinya sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tak tertolong.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal akibat heat stroke," jelas Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait. 

Rico juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengupayakan untuk segera membawa mendiang untuk mendapatkan pertolongan medis. Bahkan, mendiang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Balikpapan.

Bahkan, mendiang sudah mendapatkan evakuasi 3 tahap di lapangan. Hal itu dilakukan sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Karena melihat perkembangan kondisi korban yang terus menurun dan tidak membaik, tim medis langsung merujuk korban ke Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto (RS Tentara) Balikpapan," ungkapnya.

"Prosedur penanganan pada saat kejadian sudah dilaksanakan dengan tepat. Saat ini kami masih menunggu hasil dari pendalaman tindak lanjut terhadap kejadian yang menyebabkan satu siswi ini meninggal dunia," jelasnya lagi.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufik sedang mengikuti diklat di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Ia meninggal dunia pada Rabu (17/6/2026). Mengenai penyebabnya meninggal dunia, mendiang diketahui mengalami henti jantung.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," jelasnya lagi.

Kodam VI/Mulawarman memastikan bahwa kepulangan jenazah ke rumah duka akan menjadi tanggung jawab pihaknya. Sedangkan kepulangan Anisa Muyassaroh juga dikawal oleh TNI. (*)

 

 

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Penyekapan di Bandung: Kuasa Hukum Ungkap Ada Perubahan Cara Komunikasi Korban dengan Keluarga
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Penangkapan Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gaya Zendaya di Red Carpet Spider-Man: Brand New Day Roma
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bank Himbara Jadi Motor Ekonomi Nasional dengan Nilai Rp1.100 Triliun
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi I DPR Gelar Fit and Proper Test Calon Anggota KIP, Ini Daftar Namanya
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.