Prabowo Cerita Pahitnya 4 Kali Gagal dalam Pemilu: Kalah Itu Enggak Enak

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengenang perjalanan politiknya yang diwarnai empat kali kekalahan dalam pemilihan umum sebelum akhirnya memenangkan Pilpres.

Kisah itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Di hadapan ribuan petani dan nelayan, Prabowo mengaku tetap bertahan di dunia politik meski berulang kali kalah karena ingin memperjuangkan arah pembangunan yang dinilainya lebih berpihak kepada rakyat.

"Saya berjuang di politik selama sekian puluh tahun. Saya ikut pemilihan umum. Pemilihan saya ikut lima kali. Empat kali kalah. Ketawa lagi kalian. Enggak enak kalah. Empat kali kalah. Yang terakhir menang," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Setiap Jenderal Harus Selalu Ingat Peran Petani dan Nelayan

Menurut Prabowo, kegigihannya bertahan di dunia politik didorong oleh pandangannya terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

"Kenapa saya masih terus (berusaha)? Karena saya waktu itu melihat saya lihat arah arah pembangunan ekonomi kita," jelasnya.

"Menurut saya waktu itu berada di arah yang keliru. Waktu itu yang dianut adalah paham neoliberal," lanjutnya.

Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya saat menjabat Ketua Umum HKTI ketika pemerintah berencana mengimpor beras di tengah musim panen petani.

Ia mengaku menolak kebijakan tersebut karena berpotensi merugikan petani dalam negeri.

Menurutnya, saat itu terdapat pandangan yang menilai Indonesia tidak perlu melindungi petani apabila negara lain mampu memproduksi beras dengan lebih efisien.

Baca juga: Cerita Prabowo Pernah Menghadap Aburizal Bakrie untuk Tolak Impor Beras

"Saya kaget dan saya sedih. Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara," jelasnya.

Prabowo menegaskan tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk menyejahterakan rakyat, termasuk petani, nelayan, dan buruh.

Karena itu, ia menilai negara harus hadir untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tidak mengerti apa arti bernegara. Tidak mengerti Kenapa kita mau merdeka? Kita berjuang ratusan tahun untuk mendirikan negara merdeka agar rakyat kita sejahtera," lanjutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga mempertanyakan makna berbagai institusi negara apabila kesejahteraan rakyat belum terwujud.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gojek & Grab Pangkas Potongan Layanan Aplikasi Ojol Jadi 8% per 1 Juli 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tren Padel Kian Meningkat, Upgrade Raket Kini Tak Perlu Ribet, Blibli Spill Caranya Beauty!
• 22 jam laluherstory.co.id
thumb
‎Kehadiran Nikita Mirzani di Sidang PK Jadi Polemik, Hakim dan Kuasa Hukum Beda Pendapat
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Kronologi Perwira Polisi AKBP Adri Patah Kaki Saat Amankan Demo di DPR
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara soal Sayembara Rp250 Juta
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.