Sudah 15 tahun Hendra membuka bengkel kecil di ujung gang. Ia tidak pernah meminta bantuan pemerintah maupun meminjam ke bank. Semua dari nol, hasil keringat sendiri, hingga kini punya tiga karyawan dan pelanggan setia dari seluruh kelurahan.
Ketika petugas Sensus Ekonomi 2026 mengetuk pintunya baru-baru ini, refleks pertama Hendra menolak. Penolakan tersebut sebenarnya berpangkal pada kekhawatiran yang keliru. Penting dipahami bahwa yang mengetuk pintu adalah petugas sensus, bukan petugas pajak.
Para petugas sensus ingin memastikan denyut usaha kecil, seperti milik Hendra, tercatat dalam peta ekonomi nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga statistik negara. UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik secara tegas menyatakan data yang dikumpulkan BPS hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Sensus Ekonomi dilaksanakan sepuluh tahun sekali. Ini bukan sekadar ritual administratif, melainkan sebagai kesempatan Indonesia memotret dirinya sendiri secara menyeluruh: seberapa besar ekonomi kita sesungguhnya, di mana usaha berkembang, sektor mana yang butuh dukungan, dan wilayah mana yang tertinggal.
Hasil Sensus Ekonomi menjadi dasar ribuan keputusan pemerintah: seperti dari mana jalan dibangun, ke sektor mana kredit usaha disalurkan, siapa yang mendapat pelatihan, daerah mana yang diprioritaskan investor. Bayangkan sebuah peta yang digunakan untuk merencanakan pembangunan sebuah kota.
Jika separuh rumah di peta itu tidak muncul, maka separuh warga kota akan hidup tanpa air bersih, tanpa jalan, tanpa listrik yang memadai. Bukan karena pemerintah tidak peduli, tapi karena mereka tidak tahu bahwa rumah itu ada.
Mungkin Anda termasuk yang sudah berhasil tanpa bantuan siapa pun. Itu bukan hal kecil, itu luar biasa. Tapi pernahkah Anda berpikir: jalan aspal yang Anda lewati setiap pagi, listrik yang menyala di toko Anda, sistem perbankan yang meski tidak sempurna tetap bisa Anda akses. Semua itu lahir dari data generasi sebelumnya yang bersedia dicatat.
Kini giliran data Anda yang menjadi jembatan bagi generasi berikutnya. Mungkin bagi karyawan Anda yang bermimpi membuka usaha sendiri. Mungkin bagi anak-anak di kampung yang butuh ekosistem ekonomi lebih kuat untuk tumbuh. Mungkin bahkan bagi anak Anda sendiri.
BPS mengajak seluruh masyarakat untuk mengingat satu hal: TIR. Terima petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan tangan terbuka. Isi data dengan jujur dan benar. Rahasia data dijamin dan terjaga sepenuhnya oleh undang-undang.
Sensus Ekonomi 2026 bukan milik BPS. Bukan milik pemerintah. Ini milik kita semua: setiap warung, setiap bengkel, setiap pabrik, setiap keluarga yang menghidupi dirinya dengan kerja keras.





