Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar Febri dikutip dari antara.
Berdasarkan hasil penelusuran, perusahaan yang dimaksud diduga adalah PT JAI yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI yang berada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kedua perusahaan tersebut masih aktif melaporkan kegiatan industrinya melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sesuai ketentuan yang berlaku. Baca Juga:
Bocoran Spesifikasi BYD Seal 08, Jarak Tempuh Sampai 785 Km
Kemenperin juga telah memperoleh konfirmasi langsung dari pihak perusahaan terkait isu relokasi dan PHK yang beredar.
Hasilnya fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI masih beroperasi normal di Indonesia. Kedua perusahaan juga menegaskan tidak memiliki rencana memindahkan fasilitas produksi ke Vietnam serta tidak melakukan pengurangan tenaga kerja.
“Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT. JAI dan PT. SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut,” ungkap Febri.
Menurut Kemenperin, isu relokasi tersebut justru menimbulkan dampak negatif terhadap operasional perusahaan. Sejumlah buyer dan supplier dikabarkan mempertanyakan komitmen kedua perusahaan terhadap kontrak bisnis mereka.
“Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini,” tutur Jubir Kemenperin tersebut. Baca Juga:
Cara Merawat Rem Cakram Sepeda Motor
Kedua perusahaan tercatat memiliki nilai investasi lebih dari Rp1,9 triliun. Investasi tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mendukung industri manufaktur dan rantai pasok otomotif nasional.
“Nilai investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan usaha dan investasinya di Indonesia,” kata Febri.
Dari sisi produksi, PT SAI mencatat realisasi produksi sekitar 1,2 juta komponen pada triwulan I 2026. Sementara PT JAI memproduksi sekitar 1,6 juta komponen pada periode yang sama.
Seluruh hasil produksi kedua perusahaan ditujukan untuk pasar ekspor. Dengan orientasi ekspor mencapai 100 persen, PT JAI dan PT SAI menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif serta berkontribusi terhadap kinerja ekspor manufaktur Indonesia.
Kemenperin memastikan akan terus memantau kondisi industri manufaktur nasional, termasuk menindaklanjuti informasi terkait penutupan pabrik maupun PHK. Langkah mitigasi juga akan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan melindungi tenaga kerja.
“Menteri Perindustrian telah memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor kinerja seluruh industri dan melakukan langkah mitigasi cepat dan terukur terhadap industri yang mengalami gangguan pada rantai pasok dan permintaan,” ujar Febri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





