Israel Ancam Bertindak Sendiri ke Iran, AS Disebut Naif oleh Menteri Ben-Gvir

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengisyaratkan bahwa Tel Aviv bisa mengambil tindakan sepihak terhadap Iran jika dianggap perlu, meski tanpa dukungan Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait program nuklir Teheran.

Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel tidak akan tunduk pada tekanan pihak luar, termasuk sekutunya sendiri di Washington.

Dalam wawancara dengan televisi Israel Channel 7, Ben-Gvir menyebut bahwa Israel memiliki tanggung jawab langsung untuk menghadapi ancaman Iran, termasuk kemungkinan bertindak sendiri.

“Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa Israel membuka opsi militer unilateral di tengah belum tuntasnya negosiasi internasional terkait program nuklir Iran.

Ben-Gvir juga melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dengan menyebut Washington “sangat naif” jika percaya Iran akan meninggalkan program nuklirnya.

Menurutnya, Iran tidak akan pernah melepaskan ambisi nuklirnya yang disebut mengancam keberadaan Israel.

“Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel,” ujarnya.

Pernyataan keras ini muncul di tengah dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel yang belakangan disebut mengalami perbedaan pandangan, terutama terkait strategi terhadap Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Sementara Washington masih mendorong pendekatan diplomatik, sebagian elite politik Israel justru mendorong pendekatan militer yang lebih agresif.

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang dianggap mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Namun, Teheran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai serta tidak ditujukan untuk pengembangan senjata.

Situasi semakin kompleks setelah adanya upaya perundingan damai antara Washington dan Teheran, termasuk kesepakatan awal berbentuk nota kesepahaman pada 17 Juni antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: Trump Tak Lagi Bebas Serang Iran, Senat AS Pasang Rem

Meski begitu, pernyataan keras dari Israel menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih dibayangi potensi eskalasi militer.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran juga dipengaruhi oleh dinamika serangan dan balasan yang terjadi beberapa waktu terakhir, termasuk operasi militer di kawasan Timur Tengah yang semakin memperuncing situasi.

Gencatan senjata sempat disebut terjadi, namun laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari stabil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Denmark Mulai Kerahkan Wajib Militer ke Greenland yang Diincar Trump
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pemkab Batang salurkan bantuan seragam siswa SD dan SMP
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
OJK Optimistis Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Dua Digit, Target 11-12 Persen
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Susunan pemain Kolombia vs RD Kongo: Diaz dan Wissa jadi tumpuan utama
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Tragedi Penyekapan di Bandung, Anggota DPR Minta Perlindungan Terhadap Perempuan Diperkuat
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.