Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar Festival Urban Farming pada Juli 2026 di Jakarta sebagai sarana untuk memamerkan teknologi pertanian modern di ibu kota beserta produk-produk pertaniannya.
"Ada citra namanya pertanian itu kotor. Tapi sebenarnya untuk Jakarta, kami lebih mengedepankan namanya teknologi pertanian modern," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok dalam siniar yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu.
Masyarakat yang tertarik untuk melihat teknologi pertanian modern yang cocok diterapkan di Jakarta, produk-produk pertanian dari para petani, dan mengikuti pelatihan-pelatihan terkait pertanian perkotaan, dapat mengunjungi Festival Urban Farming yang berlangsung pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
"Untuk mengikuti Festival Urban Farming itu tidak dipungut biaya," ujar Hasudungan.
Selain melihat pameran, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan talkshow yang membahas berbagai topik, mulai dari peluang bisnis zero waste, menjelajahi coffee universe, rahasia gaya hidup sehat para pekerja di perkotaan, bisnis pertanian dan perikanan, hingga risiko zoonosis dan cara hidup aman bersama hewan peliharaan.
"Ada juga kegiatan vaksinasi rabies untuk 500 ekor kucing. Kemudian, edukasi terkait hewan peliharaan, bazar UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) binaan Dinas KPKP," tutur Hasudungan.
Dia pun berharap melalui Festival Urban Farming, produk pertanian para petani di Jakarta semakin dikenal sekaligus menunjukkan kepada khalayak bahwa pertanian itu keren.
"Jadi, tidak perlu takut bahwa untuk generasi muda, untuk melaksanakan aktivitas pertanian. Kami harapkan juga Festival Urban Farming bisa lebih menjangkau masyarakat secara luas," ungkap Hasudungan.
Baca juga: DKI targetkan 5 persen kebutuhan pangan lewat urban farming pada 2030
Baca juga: DKI gencarkan pertanian perkotaan lewat panen raya di 807 titik
Baca juga: Kemendagri apresiasi DKI terus dorong pengembangan "urban farming"
"Ada citra namanya pertanian itu kotor. Tapi sebenarnya untuk Jakarta, kami lebih mengedepankan namanya teknologi pertanian modern," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok dalam siniar yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu.
Masyarakat yang tertarik untuk melihat teknologi pertanian modern yang cocok diterapkan di Jakarta, produk-produk pertanian dari para petani, dan mengikuti pelatihan-pelatihan terkait pertanian perkotaan, dapat mengunjungi Festival Urban Farming yang berlangsung pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
"Untuk mengikuti Festival Urban Farming itu tidak dipungut biaya," ujar Hasudungan.
Selain melihat pameran, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan talkshow yang membahas berbagai topik, mulai dari peluang bisnis zero waste, menjelajahi coffee universe, rahasia gaya hidup sehat para pekerja di perkotaan, bisnis pertanian dan perikanan, hingga risiko zoonosis dan cara hidup aman bersama hewan peliharaan.
"Ada juga kegiatan vaksinasi rabies untuk 500 ekor kucing. Kemudian, edukasi terkait hewan peliharaan, bazar UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) binaan Dinas KPKP," tutur Hasudungan.
Dia pun berharap melalui Festival Urban Farming, produk pertanian para petani di Jakarta semakin dikenal sekaligus menunjukkan kepada khalayak bahwa pertanian itu keren.
"Jadi, tidak perlu takut bahwa untuk generasi muda, untuk melaksanakan aktivitas pertanian. Kami harapkan juga Festival Urban Farming bisa lebih menjangkau masyarakat secara luas," ungkap Hasudungan.
Baca juga: DKI targetkan 5 persen kebutuhan pangan lewat urban farming pada 2030
Baca juga: DKI gencarkan pertanian perkotaan lewat panen raya di 807 titik
Baca juga: Kemendagri apresiasi DKI terus dorong pengembangan "urban farming"





