Prabowo Tantang Penolak MBG: Tidak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah masih adanya kritik terkait kebijakan tersebut.

Menurut dia, tidak ada persoalan yang lebih mendesak dibanding mengatasi rasa lapar masyarakat.

BACA JUGA: Prabowo: Saya Kasih Peringatan, Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo-demo Itu

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6).

Dia bahkan menyinggung pihak-pihak yang masih mempertanyakan urgensi program MBG.

BACA JUGA: Ungkap Penyebab Anggaran Gaji Guru Kurang, Prabowo: Negara Bocor Rp 2.500 Triliun Tiap Tahun

“Ada juga yang enggak setuju MBG. Harusnya mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini ya. Tanya itu petani nelayan MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak MBG perlu atau tidak?” ucap Prabowo.

Prabowo mengatakan masih ada kalangan yang menilai persoalan lain lebih penting dibanding pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

BACA JUGA: Sebut MBG Pengaruhi PAD, Plt Gubernur Riau Diperiksa Kemendagri

Namun, dia menegaskan pandangan tersebut tidak sejalan dengan kenyataan yang dihadapi masyarakat.

“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi ya dia mati,” tegasnya.

Prabowo bilang ancaman krisis pangan dunia menjadi alasan mengapa pemerintah harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Dia mengungkapkan, berbagai lembaga internasional telah memberikan peringatan mengenai meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan.

“Dan PBB sudah meramalkan, tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi 500 juta, 700 juta,” tutur Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan harus menjadi prioritas setiap negara.

Untuk itu, dia bersyukur Indonesia kini telah berhasil meningkatkan produksi pangan hingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Karena kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana, terjadi Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri, kita akan mampu mengatasi, saudara-saudara sekalian,” tambahnya. (dit/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Jawab Tudingan Kezaliman dalam Penangkapan Roy Suryo & Dokter Tifa


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diperiksa 2 Jam, Clara Shinta Dapat 30 Pertanyaan Usai Laporkan Mantan Suami
• 55 menit lalugrid.id
thumb
Ukir Prestasi Global, Soelaeman Soemawinata Ditunjuk Jadi Perwakilan FIABCI untuk PBB di Jenewa
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Giliran PB IKA BEM Nusantara Temui Gibran, Sebut Siap Mengawal Visi Besar Negara
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
UKT Meroket: Apakah Gelar Sarjana Kini Hanya Jadi Milik Orang Kaya?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Waka MPR Tekankan LCC 4 Pilar Instrumen untuk Perkuat Nilai Kebangsaan
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.