Gunung Berapi di Guatemala Meletus, Lava dan Material Vulkanik Berjatuhan dari Langit, Wisatawan Panik Melarikan Diri

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Gunung Berapi Fuego (Volcán de Fuego) di Guatemala tiba-tiba meletus pada Senin 22 Juni 2026. Letusan tersebut memuntahkan lava pijar dan material vulkanik ke udara, yang kemudian berjatuhan di sekitar gunung. Para pendaki dan wisatawan yang sedang berada di dekat kawah dilaporkan berlarian menyelamatkan diri. Rekaman video kejadian itu pun beredar luas di media sosial.

Video yang beredar menunjukkan letusan mendadak yang menghasilkan kolom asap vulkanik raksasa. Dari kawah gunung menyembur lava panas dan berbagai material vulkanik, sementara bongkahan lava merah menyala tampak jatuh ke permukaan tanah.

Sekelompok pendaki yang berada relatif dekat dengan kawah terlihat berteriak panik sambil berlari menjauh untuk menghindari bahaya. Dalam salah satu video terdengar seseorang berteriak:

“Ya Tuhan! Lari! Lari!”

Dilaporkan pula bahwa ada seseorang yang terkena material lava hingga terjatuh ke tanah. Seorang wisatawan bernama Hana García menceritakan setelah kejadian bahwa sebuah bongkahan lava “hampir mengenai kepalanya”, dan jaket anti air yang dikenakannya berlubang besar akibat terkena pecahan material panas.

Seorang pendaki lain yang berada lebih jauh dari kawah juga berhasil merekam momen menegangkan tersebut sebelum segera berlari menuju lokasi yang lebih aman.

Video-video itu memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet mengkritik para pendaki karena diduga memasuki area yang tidak diizinkan di sekitar gunung berapi, sehingga dinilai mengambil risiko yang sangat berbahaya dan tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri.

Otoritas Pariwisata Guatemala juga mengeluarkan peringatan mendesak agar wisatawan menghindari kawasan di dekat kawah yang tidak memiliki izin resmi untuk dikunjungi. Menurut pihak berwenang, Gunung Berapi Fuego dapat meletus tanpa peringatan, menyemburkan abu vulkanik, lava, dan material lainnya yang dapat membahayakan pengunjung.

Berdasarkan informasi publik, Gunung Berapi Fuego memiliki ketinggian sekitar 3.763 meter di atas permukaan laut dan merupakan salah satu gunung berapi aktif paling aktif di Amerika Tengah. Kawahnya hampir setiap hari mengeluarkan asap, meskipun letusan besar relatif jarang terjadi.

Letusan besar terakhir Gunung Fuego terjadi pada 3 Juni 2018, ketika aliran material vulkanik menimbun sebuah kota di sekitarnya dan mengakibatkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Laporan disusun oleh Luo Tingting/Li Quan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ancaman Adam Deni Pakai Airsoft Gun Berujung Kembali Terancam Hukuman
• 13 jam laludetik.com
thumb
Ariana Grande Salurkan Bantuan untuk Anak-anak dan Keluarga di Gaza
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkot Pekanbaru Jadikan Hari Jadi ke-242 Momentum Kolaborasi Membangun Kota | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Anggota Komisi VIII Maman Imanul Haq Dorong BPKH Lebih Independen Kelola Dana Haji
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.