Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi

matamata.com
2 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perwujudan swasembada energi nasional. Sebagai langkah konkret, pemerintah bersiap meluncurkan bahan bakar biodiesel B50 pada Juli 2026 mendatang untuk menghentikan ketergantungan pada impor solar.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

"Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi. Bulan Juli ini, beberapa hari lagi, kita akan launching B50. Solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri," ujar Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi.

Presiden optimistis, implementasi penuh kebijakan B50 ini akan membawa penghematan anggaran yang signifikan bagi kas negara. Ia menargetkan Indonesia dapat sepenuhnya mandiri di sektor bahan bakar dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Menurutnya, kemandirian dan ketahanan energi mutlak diperlukan Indonesia guna melindungi masyarakat dari dampak gejolak global. Terutama konflik di negara-negara penghasil minyak bumi serta gangguan pada rute distribusi internasional, seperti yang saat ini terjadi di Selat Hormuz.

Dihubungi terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapan kementeriannya untuk merilis kebijakan ini tepat pada 1 Juli 2026.

"Insyaallah, kami sangat optimistis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar," kata Bahlil di Jakarta.

Bahlil memastikan bahwa aspek teknis implementasi B50 telah melewati rangkaian uji coba komprehensif dengan hasil yang memuaskan. Saat ini, B50 telah diuji pada berbagai jenis moda transportasi dan mesin industri, mulai dari alat berat, kapal laut, kereta api, ekskavator tambang, hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Jika program B50 ini resmi berjalan, pemerintah memperkirakan devisa negara yang berhasil diselamatkan dari substitusi impor solar dapat mencapai Rp157,28 triliun pada tahun ini saja. (Antara)

Baca Juga
  • Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dianiaya hingga Tewas di Malaysia
• 7 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Baru Google, Pengguna Android Lawas Diminta Lakukan Ini
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pratinjau Skotlandia lawan Brasil, ujian berat bagi Tartan Army
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Truk Trailer Muatan Besi Terguling di Tomang, Tol Dalkot Arah Cawang Ditutup
• 7 jam laludisway.id
thumb
Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Hak Pakai dari BPN, Pramono: Kado Ulang Tahun
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.