JAKARTA, DISWAY. ID-- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Timur dan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Barista bagi klien pemasyarakatan.
Sebanyak 20 klien pemasyarakatan mengikuti dengan antusias pelatihan yang berlangsung selama tiga hari Selasa-Kamis (23-25/06/2026)
BACA JUGA:Prabowo Ungkap Alasan Tetap Berpolitik Meski Empat Kali Kalah Pilpres: Melawan Neoliberalisme
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis di bidang kopi dan pelayanan minuman, sebagai bekal untuk meningkatkan peluang kerja maupun merintis usaha mandiri setelah menjalani proses pembinaan.
“Ini merupakan ikhtiar kami untuk membantu klien pemasyarakatan untuk melatih kemandirian dan mendorong reintegrasi di masyaraka,” ujar Kepala Bagian Pembinaan Dhuafa LPM Dompet Dhuafa, Tubagus Iim Nurohim dalam sambutannya.
Turut hadir pula, Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (Kasi BKD) BAPAS Kelas I Jakarta Timur, Ini Nengah Widayanti Utara, yang memberikan sambutan mewakili Kepala BAPAS Kelas I Jakarta Timur Utara.
BACA JUGA:Gegara Taufik Hidayat YTR Kini Cacat Permanen, Keluarga: Geram Banget Ingin Membalas, Cuman..
Beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara BAPAS dan LPM Dompet Dhuafa yang telah menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik langsung seputar dunia barista, mulai dari pengenalan kopi, teknik brewing, pembuatan minuman berbasis espresso, hingga pelayanan pelanggan.
Seluruh sesi pelatihan dipandu oleh instruktur profesional dari Madaya Coffee yang berpengalaman di bidang industri kopi.
“Terima kasih atas pelatihannya. Ini jadi bekal saya, saat saya kembali pulang”, ujar salah satu klien pemasyarakatan.
BACA JUGA:Prabowo Soal Penolakan MBG: Saya Kira Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kolaborasi antara BAPAS Kelas I Jakarta Timur Utara dan LPM Dompet Dhuafa ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, humanis, dan berdampak.
Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu membuka lembaran baru kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan penuh harapan.





