Gagal Daftarkan Anak ke Sekolah Negeri, Orangtua Belum Pilih Sekolah Swasta karena Biaya

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang orangtua calon peserta didik, Nirmala (42), mengaku gagal mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri di Jakarta pada hari terakhir pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur mutasi, Rabu (24/6/2026).

“Saya KTP Sulawesi, belum diganti jadi Jakarta. Jadi enggak ada solusinya. Pusing saya,” ungkap Nirmala saat ditemui di SMAN 70 Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu.

Nirmala mengatakan, ia dan keluarganya baru pindah ke Depok pada tahun lalu. Saat itu, anaknya sempat diterima di sekolah negeri sebagai siswa pindahan.

Baca juga: Makam di Jakarta Pusat Nyaris Habis, Warga Terpaksa Dimakamkan di Wilayah Lain

Ia mengaku telah mencoba mendaftarkan kedua anaknya ke sekolah negeri di Depok, Jawa Barat. Namun, upaya tersebut juga terkendala persoalan administrasi.

Sekolah swasta pun belum menjadi pilihan karena keterbatasan biaya.

“Enggak bisa, sekolah swasta tapi mahal. Sekarang belum kepikiran mau gimana, masa kami enggak sekolahkan anak,” tutur dia.

Saat ditanya mengenai program Sekolah Swasta Gratis, Nirmala mengaku belum mengetahui banyak informasi mengenai program tersebut.

Meski demikian, ia tidak menyerah. Setelah berkonsultasi dengan petugas Posko Bantuan SPMB Jakarta Selatan Wilayah II, ia memutuskan pulang untuk mencari alternatif lain.

Petugas operator Posko SPMB Jakarta Selatan Wilayah I, Dede Kusnendar, membenarkan bahwa SPMB Jakarta memang hanya diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta.

Baca juga: LPSK Turunkan Tim Lindungi Korban Penyekapan-Penyiksaan Taufik Hidayat di Bandung

Warga di luar Jakarta, kata dia, hanya dapat mendaftar melalui jalur mutasi yang memiliki kuota terbatas.

“Sistem ini kan murni untuk warga DKI. Tidak ada kuota untuk KK luar DKI. Tetapi ada satu jalur mutasi. Itu bisa mengajukan pendaftaran dengan syarat pindah KK dan ada surat keterangan pindah tugas dari instansi. Cuman kuotanya enggak banyak, hanya 3% dari kuota sekolah,” jelas dia ditemui di SD Negeri 03 Cipete Selatan.

Keluhan serupa juga disampaikan Syafitri (40). Hingga hari terakhir SPMB jalur afirmasi, nama anaknya belum juga diterima di sekolah negeri mana pun.

Ia mengaku belum menjadikan sekolah swasta sebagai pilihan karena keterbatasan biaya.

“Tetap diupayakan buat di negeri dulu,” kata dia.

Menurut Syafitri, usia anaknya yang lebih muda serta nilai akademiknya menjadi faktor yang membuat anaknya tersingkir dari persaingan.

Baca juga: Harapan Saya Terminal Manggarai Difungsikan Lagi, kalau Ramai Ekonomi Warga Bagus

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Saya ngikutin jalur, tapi nama anak saya kegeser semua. Mungkin dari nilai sama umur, ya. Padahal kami punya jalur KJP sama PIP, sudah terdata DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan). Tapi karena umur anak saya muda sama nilai kayaknya 80,63 jadi kegeser,” jelas Syafitri ditemui terpisah.

Syafitri kemudian mendatangi Posko SPMB Jakarta Selatan Wilayah I di SMAN 70 Jakarta untuk meminta saran mengenai sekolah yang peluang diterimanya lebih besar berdasarkan usia dan nilai anaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Lepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Luncurkan 5 Calon Logo HUT ke-81 RI, Masyarakat Bisa Pilih Langsung
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Adhisty Zara Rayakan Ultah ke-23, Tampilkan Baby Bump dan Kebersamaan dengan Suami
• 9 jam laluintipseleb.com
thumb
Kasus Tabrak Lari Mobil Listrik dan Ojol di Jakbar Berakhir Damai
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Jakarta Perlu Ambil Peran Menanggulangi Polusi Udara
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.