Bisnis.com, BANDUNG — Kabupaten Sumedang memantapkan langkah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat dengan mengoptimalkan tiga pilar utama pembangunan, yakni posisi kewilayahan yang strategis, kekayaan budaya, serta transformasi digital yang konsisten.
Sebagai bagian dari Kawasan Rebana yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan metropolitan, Sumedang dinilai memiliki posisi strategis yang didukung kelengkapan infrastruktur.
Keunggulan geografis tersebut menjadikan Sumedang sebagai penghubung penting bagi pengembangan kawasan industri di wilayah timur Jawa Barat.
Selain kekuatan infrastruktur, Sumedang juga mempertegas identitas daerah melalui komitmen pelestarian budaya Sunda. Melalui Perda Sumedang Puseur Budaya Sunda, pemerintah daerah memastikan arah pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
"Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun daerah," ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Dalam aspek tata kelola, Sumedang hingga kini masih menjadi rujukan nasional dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pelayanan publik berbasis digital.
Baca Juga
- Dukung Iklim Usaha, Layanan Perizinan di Sumedang Dievaluasi Berkala
- Kawasan Rebana Sumbang Rp600 Triliun bagi Ekonomi Jawa Barat
- BPS: Pekerja Formal di Ciayumajakuning Masih Rendah, Efek Rebana Belum Merata
Tercatat lebih dari 200 kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia telah melakukan studi banding ke Sumedang untuk mempelajari berbagai inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah.
Menariknya, berbagai aplikasi pelayanan publik tersebut dikembangkan secara mandiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumedang. Dengan memanfaatkan teknologi open source, pemerintah daerah mampu berinovasi tanpa bergantung pada vendor eksternal.
"Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan masyarakat, hingga mendorong partisipasi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah," jelas Dony.





