Tolak Hadiah Rp250 Juta, Mantan Atasan Jadi Kunci Penangkapan Taufik Hidayat

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, BANDUNG — Di tengah kemarahan publik atas kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung yang viral di media sosial, muncul sosok tak terduga yang berperan penting dalam berakhirnya pelarian tersangka, Taufik Hidayat.

Sosok tersebut adalah Dadang Ahyar Ismail, mantan atasan Taufik saat keduanya bekerja di sebuah perusahaan jasa penagihan kendaraan bermotor. Alih-alih membantu pelaku bersembunyi dari kejaran aparat, Dadang justru menjadi orang yang membujuk Taufik untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Yang lebih menarik, Dadang memilih menolak hadiah Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bagi siapa saja yang membantu menemukan keberadaan buronan tersebut.

Kasus yang menyeret nama Taufik Hidayat menjadi perhatian luas setelah dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap Yuvita Tri Rezeki terungkap. Korban disebut mengalami luka berat hingga kehilangan penglihatan akibat kekerasan yang diduga dilakukan pelaku selama bertahun-tahun.

Kondisi korban memicu kemarahan publik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan secara terbuka menyatakan kemarahannya terhadap tindakan yang dilakukan tersangka.

“Saya sangat marah terhadap pelaku laki-laki seperti ini. Saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya.

Untuk mempercepat proses pencarian, Dedi kemudian mengumumkan sayembara senilai Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi akurat mengenai keberadaan Taufik.

Namun, ketika buronan tersebut akhirnya berhasil diamankan, perhatian publik justru tertuju kepada Dadang Ahyar.

Berdasarkan keterangan yang beredar, saat status Taufik sebagai buronan ramai diperbincangkan di media sosial, pelaku berada dalam kondisi tertekan dan merasa tidak memiliki banyak pilihan. Dalam situasi tersebut, ia menghubungi Dadang, sosok yang pernah menjadi atasannya.

Percakapan keduanya menjadi titik balik pelarian Taufik.

Dadang tidak memberikan perlindungan ataupun membantu pelaku menghindari kejaran polisi. Sebaliknya, ia mendorong Taufik agar menghentikan pelarian dan menyerahkan diri secara baik-baik.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, Taufik akhirnya mendatangi rumah Dadang di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung. Dari lokasi tersebut, Dadang segera menghubungi rekannya yang bertugas di kepolisian.

Tak lama kemudian, Taufik dibawa ke Polsek Majalaya sebelum akhirnya diserahkan ke Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sikap Dadang dinilai menjadi faktor penting yang mempercepat proses penangkapan tersangka tanpa perlawanan.

Meski menjadi sosok yang berjasa dalam pengungkapan kasus tersebut, Dadang tidak tertarik menerima hadiah ratusan juta rupiah yang dijanjikan pemerintah.

Ia justru meminta agar dana tersebut dialihkan untuk membantu pemulihan korban.

“Pak KDM langsung saja kasihkan ke korban, karena lebih membutuhkan. Kasihan sekali. Saya juga ngeri melihat kondisinya. Semoga korban cepat sembuh,” ujar Dadang.

Pernyataan tersebut langsung menuai simpati masyarakat. Di berbagai platform media sosial, banyak warganet memuji sikap Dadang yang dinilai lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dibandingkan kepentingan pribadi.

Di tengah maraknya perburuan keuntungan dari berbagai kasus yang viral, keputusan Dadang dianggap menjadi contoh bahwa empati terhadap korban masih menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Barat yang dinilai bergerak cepat hingga berhasil mengamankan tersangka.

“Tadi malam saya sudah menyampaikan terima kasih kepada Kapolda. Cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap,” katanya.

Dedi juga berharap proses hukum berjalan maksimal dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku.

“Perbuatannya sangat berat. Saya berharap mendapatkan hukuman yang paling berat sesuai pasal yang diterapkan,” tegasnya.

Terkait hadiah sayembara Rp250 juta, Dedi menyebut persoalan tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut karena proses penangkapan dilakukan oleh aparat kepolisian.

Kasus ini sendiri masih terus didalami penyidik. Selain menelusuri seluruh rangkaian dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban, polisi juga berupaya mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bima Arya Apresiasi PFmuda Cetak Agen Perubahan untuk Indonesia Emas 2045
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Psikolog Ungkap Penyebab Anak Mengalami Gangguan Mental, Orang Tua Diminta Evaluasi Pola Asuh
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hard Lights Gandeng Duo AS dan Musisi Belanda di Single Mad World
• 40 menit lalukumparan.com
thumb
Cara Mendapatkan Bantuan Uang Tunai Usai Kena PHK
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pengebom Strategis Tu-160 Rusia Muncul di Laut Norwegia, Jet Tempur Nordik Terus Membuntuti
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.