JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga dari empat tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta Pusat telah penuh total, sementara satu TPU yang masih tersisa kini juga mulai mengalami keterbatasan kapasitas.
Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda. Ia menyebut, keterbatasan lahan pemakaman di wilayah Jakarta Pusat sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini belum banyak berubah.
"Dari empat lokasi, yang tiga itu kan khusus untuk pemakaman Muslim, itu sudah penuh. Jadi hanya melayani makam tumpang," kata Mila saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (24/6/2026).
Baca juga: Jakarta Butuh Lahan Makam, TPU Baru Justru Kerap Ditolak Warga
Tiga TPU yang telah penuh tersebut yakni TPU Karet Bivak, TPU Pasar Baru Barat, dan TPU Kawi-Kawi.
Sementara TPU Petamburan yang diperuntukkan bagi pemakaman non-Muslim masih memiliki kapasitas, meski jumlah lahan kosong yang tersedia terus berkurang.
Menurut Mila, lahan kosong di TPU Jakarta Pusat saat ini umumnya berasal dari bekas makam yang telah dilakukan angkat kerangka atau pemindahan jenazah oleh pihak keluarga ke lokasi lain.
Namun, kondisi itu relatif jarang terjadi karena TPU di Jakarta Pusat masih menjadi pilihan banyak warga.
Selain berada di pusat kota, sejumlah TPU juga memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau keluarga.
"Kalaupun ada peta kosong, itu eks angkat kerangka. Tapi itu jarang banget, karena Jakarta Pusat ini diminati makam-makamnya. Apalagi di Karet Bivak sama Pasar Baru Barat," ujarnya.
Baca juga: Jakarta Butuh Lahan Makam, TPU Baru Justru Kerap Ditolak Warga
Mila menjelaskan, keterbatasan lahan membuat layanan pemakaman di Jakarta Pusat kini lebih diarahkan pada sistem makam tumpang.
Dalam sistem tersebut, jenazah dimakamkan dalam satu liang bersama anggota keluarga yang telah lebih dahulu dimakamkan dengan persetujuan ahli waris.
Ia menyebut dalam praktiknya satu liang makam bahkan dapat digunakan lebih dari dua anggota keluarga.
"Ditumpang dengan keluarga, tapi dengan keluarga pun ada surat pernyataan persetujuan. Itu ada yang dua, bahkan lima yang ditumpang," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pemakaman warga Jakarta Pusat, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan wilayah lain yang masih memiliki lahan makam kosong.
Warga yang tidak mendapatkan lokasi pemakaman di Jakarta Pusat akan diarahkan ke TPU lain yang masih tersedia.





