IHSG Turun ke Level 5.883,881

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini bertengger di zona merah. IHSG sempat bergerak naik pagi tadi, namun melemah sepanjang hari hingga sore ini.

Berdasarkan data RTI, Rabu, 24 Juni 2026, IHSG sore turun 217,451 poin atau setara 3,56 persen ke posisi 5.883,881. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 6.128. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 5.876 dan tertinggi di posisi 6.171.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 26,751 miliar senilai Rp15,207 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.338,125 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.037.680 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 98 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 611 saham melemah, dan 104 saham lainnya stagnan.

Baca Juga :

OJK Rilis Aturan bagi Influencer Keuangan Demi Lindungi Masyarakat


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) IHSG sebelumnya diprediksi rebound Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana menyampaikan IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini. Meski demikian, ia meminta investor untuk hati-hati karena IHSG masih rentan terkoreksi.

"Diperkirakan support IHSG di level 6.060-6.000 dan resist IHSG pada level 6.160-6.190," ungkap Lutfi dalam riset hariannya.

Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Pelemahan dipimpin oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor yang memicu gelombang koreksi di pasar global. Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 2,21 persen, S&P 500 turun 1,44 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen.

Di sisi lain, Bursa Asia turun signifikan pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,55 persen, dan Topix melemah 2,56 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,82 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,34 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,33 persen, dan CSI 300 China turun 2,77 persen.

Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 10 persen, dan Kosdaq merosot 7,94 persen. Di sisi lain, Straits Times naik tipis 0,03 persen dan FTSE Malaysia melemah 1,23 persen. Pelemahan di pasar saham Korea Selatan, menyebabkan trading halt (penghentian perdagangan sementara). Penurunan dipicu oleh meningkatnya tekanan aksi ambil untung dari investor asing.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin, 23 Juni 2026, ditutup turun 0,25 persen ke level 6.101,33 dan disertai dengan net sell asing sebesar Rp311,60 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Dalami Peran COO PT Nusa Kirana di Kasus Rorotan
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Geofest ke-7 di Danau Toba, Sumut Perluas Kerja Sama Internasional Antar-Geopark
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ketahanan Pangan Imipas Dinilai Berkontribusi pada Target Pembangunan Nasional
• 17 jam laludetik.com
thumb
Amel Carla Keluhkan Pemadaman Listrik Mendadak, Ungkap Operasional Kafenya Terganggu
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Puluhan Pemda Hampir Kolaps Bayar Gaji PPPK, Begini Reaksi Kemenkeu
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.