JAKARTA, DISWAY.ID — Bendahara Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai upaya pihak-pihak tertentu yang diduga memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan politik.
Menurut Noverizky, program yang digagas pemerintah tersebut sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
BACA JUGA:Kejagung Beberkan Alasan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya dalam Kasus Korupsi MBG
Namun, ia menilai muncul kecenderungan sejumlah pihak yang berupaya menggiring opini publik dengan memanfaatkan berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
Noverizky mengatakan masyarakat perlu bersikap objektif dalam melihat Program MBG dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan.
Ia menduga ada kelompok tertentu yang berusaha mengambil keuntungan politik dengan memainkan isu seputar pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, kritik terhadap pelaksanaan Program MBG merupakan hal yang wajar dalam sebuah kebijakan publik.
Akan tetapi, kritik tersebut seharusnya diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan dijadikan alat untuk kepentingan politik jangka pendek.
"Jangan sampai program yang tujuannya membantu masyarakat justru dijadikan komoditas politik oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungan atau popularitas," kata Noverizky dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa Program MBG pada dasarnya merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
BACA JUGA:Ketua BEM FH UBK Ngaku Diberi Rp20 Juta oleh Polisi, Polda Metro: Siapa Polisinya?
Program tersebut, kata dia, diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan gizi sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
Meski demikian, Noverizky mengakui pelaksanaan Program MBG masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Ia menyadari bahwa implementasi program berskala nasional tentu membutuhkan proses penyesuaian dan evaluasi secara berkelanjutan.
Karena itu, berbagai masukan dan kritik konstruktif tetap diperlukan agar kualitas pelaksanaan program dapat semakin baik ke depannya.
- 1
- 2
- »





