Jakarta (ANTARA) - DPR RI meminta pemanfaatan data keluarga dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjadi basis utama distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) agar lebih tepat sasaran.
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dalam rapat kerja yang dipantau dari Jakarta, Rabu, mengemukakan, data tersebut menjadi dasar untuk mempercepat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar data ibu hamil, ibu menyusui balita, dan keluarga berisiko stunting dapat digunakan secara akurat.
"DPR RI juga mendorong perluasan penerima manfaat 3B apabila memungkinkan, dan memperkuat evaluasi pelaksanaan MBG 3B, termasuk kualitas distribusi pemenuhan gizi, dan keterlibatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan," ujar dia.
Baca juga: Muhaimin: Perbaikan tata kelola MBG upaya tepat tingkatkan mutu SDM
Komisi IX DPR RI bersama Kemendukbangga/BKKBN juga bersepakat untuk memastikan kualitas, akurasi, pemutakhiran, dan integrasi data keluarga, termasuk data Keluarga Berisiko Stunting (KRS), data 3B, Pendataan Keluarga Dukcapil, Kemenkes, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data BGN atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar intervensi stunting, ķemiskinan, keluarga rentan, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan strategi optimalisasi peran Kemendukbangga/BKKBN dalam Program MBG 3B, yakni melalui pelatihan edukasi MBG 3B bagi TPK, sosialisasi panduan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) MBG 3B bagi kader pendamping, serta penyusunan panduan distribusi MBG 3B bagi kader pendamping.
"Kemudian, juga melalui pelatihan mekanisme distribusi dan edukasi MBG 3B, serta analisis dan evaluasi data MBG 3B secara periodik," ucap Wihaji.
Selain itu, juga melalui penguatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dalam mendukung MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berdasarkan data dari situs web Kampung Keluarga Berencana (KB), jumlah Dashat hingga kini mencapai 18.881.
Baca juga: Mendukbangga minta tenaga lapangan susun data MBG 3B guna sinkronisasi
Baca juga: Kemendukbangga perkuat penataan MBG 3B dengan dukungan TPK
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dalam rapat kerja yang dipantau dari Jakarta, Rabu, mengemukakan, data tersebut menjadi dasar untuk mempercepat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar data ibu hamil, ibu menyusui balita, dan keluarga berisiko stunting dapat digunakan secara akurat.
"DPR RI juga mendorong perluasan penerima manfaat 3B apabila memungkinkan, dan memperkuat evaluasi pelaksanaan MBG 3B, termasuk kualitas distribusi pemenuhan gizi, dan keterlibatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan," ujar dia.
Baca juga: Muhaimin: Perbaikan tata kelola MBG upaya tepat tingkatkan mutu SDM
Komisi IX DPR RI bersama Kemendukbangga/BKKBN juga bersepakat untuk memastikan kualitas, akurasi, pemutakhiran, dan integrasi data keluarga, termasuk data Keluarga Berisiko Stunting (KRS), data 3B, Pendataan Keluarga Dukcapil, Kemenkes, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data BGN atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar intervensi stunting, ķemiskinan, keluarga rentan, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan strategi optimalisasi peran Kemendukbangga/BKKBN dalam Program MBG 3B, yakni melalui pelatihan edukasi MBG 3B bagi TPK, sosialisasi panduan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) MBG 3B bagi kader pendamping, serta penyusunan panduan distribusi MBG 3B bagi kader pendamping.
"Kemudian, juga melalui pelatihan mekanisme distribusi dan edukasi MBG 3B, serta analisis dan evaluasi data MBG 3B secara periodik," ucap Wihaji.
Selain itu, juga melalui penguatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dalam mendukung MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berdasarkan data dari situs web Kampung Keluarga Berencana (KB), jumlah Dashat hingga kini mencapai 18.881.
Baca juga: Mendukbangga minta tenaga lapangan susun data MBG 3B guna sinkronisasi
Baca juga: Kemendukbangga perkuat penataan MBG 3B dengan dukungan TPK





