TASPEN Puji Pengembalian Dana Hasil Rampasan Negara Rp 153,6 M dari KPK

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

PT TASPEN (Persero) menerima pengembalian dana hasil rampasan negara sejumlah Rp153,6 Miliar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan serah terima yang berlangsung di Gedung KPK, Cawang, Jakarta, pada Rabu (24/06).

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, kepada Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko TASPEN, Diyantini Soesilowati, beserta jajaran KPK dan manajemen TASPEN.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TASPEN dan aparat penegak hukum dalam mendukung pemulihan aset negara, memperkuat akuntabilitas, serta menjaga kepercayaan para peserta.

Upaya pemulihan aset ini tertuang dalam Surat KPK Nomor B/3768/EKS.01.08/26/06/2026 tanggal 23 Juni 2026 sebagaimana merupakan tindak lanjut atas putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama Antonius Nicholas Stephanus Kosasih.

Baca juga: Mensesneg Sebut Ekonomi RI Kuat, Ketua Himbara Minta Publik Tak Khawatir

Sebelumnya, aset berupa uang dengan nominal Rp153.613.488.054,00 tersebut ditempatkan pada rekening penampungan KPK dan telah dikembalikan dengan metode transfer sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengembalian ini melengkapi penyerahan dana hasil pemulihan aset sebelumnya sebesar Rp883.038.394.268,00 yang dilakukan KPK pada 20 November 2025, sehingga total dana yang telah dikembalikan kepada TASPEN sebesar Rp1.036.705.882.322,00.

Corporate Secretary TASPEN Henra menyampaikan apresiasi atas profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas yang ditunjukkan KPK serta seluruh aparat penegak hukum dalam proses penegakan hukum dan pemulihan aset tersebut.

"TASPEN menghormati seluruh proses hukum yang telah berjalan dan mengapresiasi upaya pemulihan aset yang dilakukan negara. Pengembalian dana ini tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan melindungi kepentingan para peserta yang menjadi amanah utama TASPEN," ujar Henra dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Baca juga: Kisah Peserta TASPEN yang Produktif Mengajar Bahasa Jepang Usai Pensiun

TASPEN berkomitmen memperkuat Good Corporate Governance (GCG) melalui peningkatan kualitas investasi, penguatan pengawasan internal, dan akselerasi transformasi digital. TASPEN juga bersinergi dengan aparat penegak hukum, regulator, dan pemangku kepentingan untuk menjaga aset, melindungi peserta, serta mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Sementara itu, Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto menegaskan pengembalian aset ini mencerminkan komitmen negara dalam pemulihan hak dan penguatan akuntabilitas.

"Kami berharap momentum ini dapat mendorong penguatan tata kelola dan pengawasan yang lebih baik agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari," ujar Mungki.

TASPEN mendukung penguatan tata kelola BUMN yang bersih dan bebas korupsi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pengawasan, manajemen risiko, kepatuhan, serta kolaborasi dengan regulator dan aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan peserta, sekaligus mendorong terwujudnya TASPEN sebagai center of excellence dalam tata kelola dan layanan dana pensiun yang berintegritas.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis, Reformasi, dan Reindustrialisasi: Pelajaran dari Luka Lama Pembangunan
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Petinggi BEM FH UBK dan FEB Nonaktif yang Kecipratan Uang Suap adalah Peserta KIP Kuliah, Dituntut Kembalikan!
• 16 jam laludisway.id
thumb
Pertemuan Ruben Onsu dan Kedua Anaknya Terlihat Canggung, Pengacara Sentil Sarwendah: Ayah Terasa Orang Asing!
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Yang Terbakar di Setiabudi Jaksel Toko Material, Diduga karena Masalah Listrik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Deretan Kasus Raksasa Bernilai Ratusan Triliun yang Digasak Kejaksaan, Dari Timah hingga MBG
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.