Surakarta: Polresta Surakarta mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang Sales Promotion Girl (SPG) produk minuman di Swalayan Luwes, Solo, oleh seorang oknum guru SD di Kartosuro berinisial BSN.
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit menyebutkan motif tindakan asusila yang dilakukan pelaku didasari oleh pengaruh tontonan pornografi dan konsumsi konten di media sosial.
"Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dari UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak), serta dari lembaga rujukan hukum dan penasihat hukum," kata Wakapolresta Sigit Rabu, 24 Juni 2026.
Dalam penjelasannya, polisi mengungkapkan pelaku mengaku sering menonton konten pornografi serta kerap melihat konten-konten video tertentu di media sosial Twitter (X).
Baca Juga :
Polda Jabar Buka Call Center Kasus Penyekapan Wanita Bandung, Korban Lain Diminta Melapor
"Dari keterangan tersangka, dia sering melihat film dewasa dan juga meniru konten video di Twitter terkait perempuan yang memakai rok pendek di bawah lutut. Pelaku kemudian memiliki dorongan untuk meniru aksi tersebut saat melihat korban di lokasi," kata Kepala PPA Kompol Ratna Karlina Sari,
Aksi pelecehan ini baru pertama kali dilakukan BSN. Pelaku diketahui sudah berkeluarga. Tindakan pelecehan itu membuat korban mengalami syok karena sesaat usai kejadian yang menimpanya, ia harus kehilangan pekerjaan.
Sejauh ini tersangka pelaku tidak ditahan oleh pihak kepolisian karena ancaman hukuman kurang dari 5 tahun. Unit PPA Polresta Surakarta memastikan proses hukum atas kasus ini akan tetap bergulir ke meja hijau.
Ilustrasi Pexels




