Bisnis.com, DENPASAR – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menambahkan penerbangan baru ke Canberra yang dilayani oleh maskapai Virgin Australia.
Penerbangan perdana Virgin Australia rute Canberra-Denpasar tersebut menggunakan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 dengan nomor penerbangan VA127. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyambut positif pembukaan penerbangan rute Canberra tersebut.
“Kami menyambut pembukaan rute baru ini dengan sangat positif dan antusias, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk kepada maskapai Virgin Australia yang telah merealisasikan koneksi Canberra dengan Bali. Hal ini menunjukkan kuatnya daya tarik Bali di pasar wisatawan asal Australia,” jelas Nugroho Jati dari siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Penerbangan Virgin Australia rute Canberra-Denpasar pp tersebut dilayani 3 kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu pada periode summer season tahun 2026.
Pembukaan rute Canberra tersebut sekaligus menambah jumlah destinasi di Australia yang terhubung dengan Bali. Australia sekaligus menjadi negara dengan jumlah rute penerbangan terbanyak yang dilayani oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yakni dengan jumlah 12 rute.
Adapun 12 rute yang terhubung secara direct flight dengan Bali tersebut adalah Perth, Melbourne, Sydney, Brisbane, Adelaide, Gold Coast, Darwin, Cairns, Newcastle, Avalon, Sunshine Coast, serta Canberra sebagai rute terbaru.
Beroperasinya rute tersebut sekaligus menjadikan Canberra sebagai rute internasional ke-41 yang kini dilayani oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melalui penerbangan langsung atau direct flight yang dilayani oleh 43 maskapai penerbangan.
Lebih lanjut, Australia saat ini menempati urutan pertama negara dengan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara terbanyak di Bali hingga Mei 2026, yakni dengan jumlah 664 ribu wisatawan.
“Rute Canberra-Denpasar ini merupakan pembukaan kembali atau reaktivasi rute yang sebelumnya telah beroperasi. Tentunya hal ini menjadi sinyalemen positif terkait hubungan konektivitas udara antara Bali dan Australia yang semakin erat, serta diharapkan akan memberikan multiplier effect positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi, dan sektor pendukung lainnya,” ujar Jati.





