Investasi Hilirisasi Tembus Rp147 T, Dominan Sektor Ini!

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Todotua Pasaribu menyebut investasi hilirisasi mencapai Rp 147 triliun pada kuartal 1-2026. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 8,2% secara year-on-year.

Todotua mengungkapkan mineral menjadi kontributor utama dari jumlah itu. Antara lain batu bara, gas dan minyak, sedangkan perkebunan dan kehutanan menjadi kontributor kedua.

"Juga jangan kita lupa dengan negara maritim yang besar begini. Kita juga mendorong konsep hilirisasi ini di sektor perikanan dan kelautan," jelas dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).


Dia menegaskan program hilirisasi membawa pertumbuhan signifikan baik secara kuartal maupun tahunan bagi realisasi investasi.

"Hilirisasi ini juga hampir menyumbang sekitar 30% sekarang daripada angka realisasi investasi," tutur dia.

Baca: KKP Ungkap Kinerja Sektor Perikanan RI Masih Solid

Menurut Todotua hilirisasi tak hanya diterapkan untuk komoditas pertambangan. Agenda ini diterapkan untuk mendapatkan nilai tambah dari berbagai komoditas di dalam negeri.

Agenda hilirisasi juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga transfer knowledge.

"Sebagai negara yang besar yang hampir menuju kepada 300 jumlah penduduk, kita juga punya kepentingan atau negara ini juga punya kepentingan kita untuk memanage demand consume cost kita. Maka dengan Hilirisasi kita punya kemandirian dan kita juga bisa menekan dan memanage cost konsumsi nasional kita," jelas Todotua.

Lebih lanjut, agenda hilirisasi juga akan dilakukan dalam mengembangkan sektor energi hijau dan energi terbarukan. Adapun saat ini pemerintah masih menyusun roadmap hilirisasi tersebut.

"Dan konteks green energy atau energi baru terbarukan ini juga kita butuh untuk memitigasi bagaimana kita juga bisa me-manage daripada masuk ke dalam konteks ini supaya kita bisa lebih kompetitif dan juga bisnisnya lebih sustain," tambah dia.

"Sehingga kita perlu juga untuk mengembangkan Hilirisasi sehingga semua produksi, semua pengolahan, semua kapabilitas daripada line up bisnisnya ini bisa kita lakukan di negara kita," pungkas Todotua.

Baca: Kontribusi Investasi Capai 30% ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional

(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Transformasi Sumber Daya Menjadi Peluang Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Usul PTN Beri Kuota Khusus untuk Mahasiswa dari Daerah 3T
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pada 2025 AI menjadi permukaan serangan. Pada 2026, OrcaRouter menjadikan pertahanannya gratis.
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Tunggal Ante Budimir Bawa Kroasia Taklukkan Panama 1-0
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Batang Ambil Alih Parkir Alun-Alun Bandar, Tertibkan Praktik Jual Beli Lapak
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eks Hi-Tech Mall Surabaya Siap Soft Launching 5 Juli, Usung Konsep Pusat Kreatif
• 38 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.