HARIAN FAJAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Australia dan kalangan akademisi tengah memperkuat kolaborasi untuk memperluas Program RISE (Revitalising Informal Settlements and their Environments) yang telah berjalan selama sembilan tahun di Kota Makassar. Program ini berfokus pada pengembangan solusi sanitasi berbasis alam yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas lingkungan, pengelolaan air, dan kesehatan masyarakat di kawasan permukiman informal serta wilayah rawan banjir.
Melalui implementasi Program RISE, Kota Makassar berhasil masuk lima besar dunia dalam ajang penghargaan internasional WRI Ross Center Prize for Cities yang diumumkan di New York pada April 2026. Keberhasilan ini memperkuat posisi Makassar sebagai contoh praktik pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat di tingkat global.
Program RISE mengadopsi pendekatan infrastruktur berbasis solusi alam seperti lahan basah buatan (constructed wetlands) yang terbukti meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga. Diego Ramirez, Program Co-Director RISE, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Pendekatan infrastruktur berbasis solusi alam ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat,” katanya.
Enam lokasi percontohan di Makassar, antara lain Batua, Bonolengga, Barombong, Untia, Tallo, dan Kaluku Bodoa, telah selesai dibangun dengan dukungan Pemerintah Australia, sementara enam lokasi lain tengah dipersiapkan. Melihat capaian ini, Pemerintah Australia mengusulkan Makassar menjadi pusat pelatihan nasional Program RISE yang direncanakan berlokasi di Universitas Hasanuddin.
Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, menilai pengalaman Makassar sangat penting untuk mempercepat pengembangan program ke berbagai daerah di Indonesia.
“Dibandingkan memulai program di wilayah baru yang membutuhkan waktu panjang untuk membangun kepercayaan masyarakat, pengalaman Makassar dapat menjadi referensi berharga dalam mempercepat proses ekspansi Program RISE di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Selain perluasan wilayah, pembahasan juga menyoroti pentingnya skema pendanaan bersama antara Pemerintah Australia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna menjaga keberlanjutan program jangka panjang.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung pengembangan Program RISE. Ia menilai tantangan sanitasi di kawasan perkotaan masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
“Yang dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk berkelanjutan,” katanya.
Fatmawati juga mendorong agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari pengembangan program ke depan, mengingat persoalan sampah merupakan tantangan utama hampir di seluruh kawasan perkotaan di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Parepare, dan Palopo.
“Masalah sampah harus dimulai dari rumah tangga. Karena itu, edukasi masyarakat menjadi bagian yang sangat penting agar pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan perubahan perilaku,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengirimkan surat rekomendasi kepada Deputi Infrastruktur Bappenas sebagai bentuk dukungan untuk memperluas implementasi Program RISE secara nasional. Fatmawati juga menyampaikan akan memperkenalkan peta jalan (roadmap) Program RISE kepada para bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan agar mereka memahami manfaat, mekanisme pelaksanaan, serta pentingnya komitmen daerah dalam mendukung keberhasilan program.
Dengan sinergi antara Pemerintah Australia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap pendekatan yang dikembangkan melalui RISE dapat memperluas akses sanitasi layak, meningkatkan kualitas kesehatan warga, serta menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*/)





