Telkom (TLKM) Targetkan Pengalihan Sisa Aset Fiber Rampung Kuartal III/2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menargetkan sisa pengalihan aset serat optik ke Infranexia rampung pada kuartal III/2026, setelah sebelumnya mengalihkan lebih dari 50% aset.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengungkapkan perseroan telah merampungkan pengalihan aset fase pertama ke Infranexia. Nilai aset fiber yang dipindahkan pada tahap awal tersebut mencapai Rp35,8 triliun.

Dian memerinci bahwa aset yang dialihkan pada fase pertama tersebut mencakup infrastruktur vital jaringan telekomunikasi milik Telkom, mulai dari jaringan akses hingga jaringan tulang punggung (backbone).

“Nilai aset yang dipindahkan di tahap pertama adalah Rp35,8 triliun,” ujar Dian saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Pasca-rampungnya fase pertama, emiten telekomunikasi pelat merah ini berencana untuk mempersiapkan pemindahan aset tahap berikutnya.

Manajemen TLKM menargetkan seluruh proses pengalihan aset fiber ke entitas Infraco ini dapat diselesaikan sepenuhnya sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga

  • Saat Saham Primadona Lama UNVR, HMSP, GGRM, Hingga TLKM Kehilangan Pamor
  • Telkom (TLKM) Pastikan Bisnis Satelit Absen dari Agenda Streamlining
  • Telkom (TLKM) Proyeksi Segmen B2B ICT Tumbuh Positif Kuartal II/2026

“Kami mengharapkan untuk fase kedua itu bisa dilaksanakan dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga 2026,” pungkas Dian.

Spin-off dan pengalihan aset infrastruktur itu merupakan bagian integral dari implementasi agenda transformasi perseroan yang bertajuk Telkom 30. Melalui strategi ini, Telkom membagi fokus bisnisnya ke dalam empat pilar utama, yakni segmen B2C, penyedia infrastruktur digital, bisnis internasional, serta B2B IT.

Infranexia sendiri diproyeksikan menjadi motor utama pada pilar penyedia infrastruktur digital Telkom Group, bersanding dengan pengelolaan pusat data (data center), menara telekomunikasi melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel, serta layanan satelit melalui Telkomsat.

Hingga kuartal I/2026, Telkom mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 211.000 km yang diperkuat 27 sistem kabel laut internasional. 

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,34 triliun atau mengalami penurunan 21,72% secara tahunan (year on year/YoY). 

Penurunan laba bersih ini terjadi seiring dengan menyusutnya laba periode berjalan perseroan menjadi Rp6,05 triliun. Secara rinci, porsi kepentingan non-pengendali mengamankan bagian sebesar Rp1,71 triliun.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar 7 Tim yang Sudah Resmi Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Kolombia Susul Prancis hingga Argentina
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Ini Dia Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dasco Telepon Dirut Pertamina Bahas Ancaman PHK
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Menkes Ungkap 80% Bahan Baku Obat RI Masih Impor, Ini Solusinya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kata Reza Indragiri soal Santainya Taufik Hidayat dan Polisi saat Proses Penangkapan Terjadi: Memang Berharap Apa?
• 42 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.