BOSTON, KOMPAS.TV - Pelatih Timnas Ghana, Carlos Queiroz, membantah pemain Timnas Inggris menolak menjabat tangan pemainnya, Thomas Partey, dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) pagi waktu Indonesia.
Dia menyebut insiden pemain Inggris yang menolak menjabat tangan pemain veteran Ghana tersebut "tidak pernah terjadi." Queiroz pun enggan membahas "politik" terkait pertandingan Inggris vs Ghana.
"Lihat, itu tidak pernah terjadi. Kami tidak ingin menjadi bagian orang-orang yang mengotori dan membawa politik dalam pertandingan," kata Queiroz, dikutip Associated Press.
Sebelumnya, bek Timnas Inggris, Djed Spence, dilaporkan menolak menjabat tangan Partey sebelum pertandingan Inggris vs Ghana.
Momen tersebut tidak terlihat dalam siaran televisi. Namun, dalam rekaman yang beredar di media sosial, Spence terlihat melewatkan uluran tangan Partey saat kedua kesebelasan bersalaman sebelum bertanding.
Baca Juga: Kata-Kata Cristiano Ronaldo Usai Cetak Dua Gol di Piala Dunia 2026: Saya Kembali!
Partey menjadi salah satu sorotan dalam pertandingan Inggris vs Ghana yang berkesudahan 0-0 di Stadion Boston. Gelandang Arsenal itu disorot bukan karena performa di lapangan, tetapi dakwaan pemerkosaan terhadapnya.
Dia diketahui dijerat sejumlah dakwaan pemerkosaan dengan korban empat perempuan berbeda. Partey dilaporkan masih menunggu jadwal sidang di Inggris Raya.
Sebelumnya, dalam partai perdana Ghana melawan Panama di Kanada, Partey juga gagal tampil karena visanya ditolak. Otoritas Kanada menolak visa Partey karena dia berstatus terdakwa pemerkosaan.
Sementara itu, pihak Timnas Inggris menolak berkomentar tentang Thomas Partey dan insiden Djed Spence yang menolak berjabat tangan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- thomas partey
- inggris vs ghana
- piala dunia 2026
- thomas partey terdakwa pemerkosaan
- pemain inggris tolak jabat tangan
- Djed Spence





