RUPST MBMA: James Nicholas Jadi CFO Baru, Ashutosh Srivastava Jabat Direktur Operasional

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjuk dua direktur baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. 

James Nicholas ditetapkan sebagai Chief Financial Officer (CFO), sementara Ashutosh Srivastava Fausimm dipercaya mengisi posisi Direktur Operasional untuk mendukung pengembangan bisnis bahan baku baterai Perseroan.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatan Direktur Perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, pengangkatan James Nicholas sebagai CFO dilakukan untuk memperkuat fungsi keuangan MBMA. 

Sementara itu, Ashutosh Srivastava Fausimm akan mendukung pelaksanaan operasional Perseroan di tengah pengembangan bisnis hilirisasi nikel dan rantai nilai bahan baku baterai.

Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tb,  Teddy Nuryanto Oetomo, mengatakan penguatan susunan direksi menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam menjaga fokus pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang.

"Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai," ujar Teddy dalam keterangan resmi yang diterima Warta Ekonomi, Rabu (24/6/2026).

Selain menyetujui perubahan susunan direksi, pemegang saham dalam RUPST juga mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025 serta laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, MBMA mencatatkan pendapatan sekitar US$1,435 miliar dengan EBITDA sebesar US$219 juta. Kinerja tersebut dicapai di tengah tekanan harga nikel global.

Perseroan menyebut kinerja tersebut didukung oleh peningkatan volume produksi nikel, kontribusi yang lebih besar dari operasi hilir, serta penerapan disiplin biaya di sepanjang rantai nilai usaha.

Teddy mengatakan keputusan yang dihasilkan dalam RUPST menjadi bagian dari langkah Perseroan dalam memperkuat pelaksanaan bisnis seiring peningkatan skala produksi dan pendalaman integrasi usaha.

"MBMA berhasil mempertahankan kinerja yang tangguh di tengah tekanan harga nikel global, didukung oleh peningkatan volume produksi dan peningkatan margin di operasi hilir. Kami akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang Perseroan," kata Teddy.

Baca Juga: Pendapatan MBMA Turun 22% Jadi US$1,43 Miliar pada 2025

Baca Juga: Jelang RUPST, MBMA Usulkan Dua Direksi Baru untuk Perkuat Keuangan dan Operasional

Memasuki 2026, MBMA menargetkan produksi bijih saprolit sebesar 8 juta hingga 10 juta wet metric tonnes (wmt) dan produksi bijih limonit sebesar 20 juta hingga 25 juta wmt.

Untuk sektor hilir, produksi Nickel Pig Iron (NPI) ditargetkan mencapai 70.000-80.000 ton. Sementara produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) diproyeksikan sebesar 44.000-48.000 ton.

Dengan keputusan RUPST tersebut, susunan pengurus MBMA menjadi:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Winato Kartono

Komisaris: Michael W.P. Soeryadjaya

Komisaris Independen: Prof. Dr. Didi Achjari

Direksi

Presiden Direktur: Teddy Nuryanto Oetomo

Direktur: Titien Supeno

Direktur: James Nicholas

Direktur: Ashutosh Srivastava Fausimm


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaet Konsumen Pusat Jakarta, Mitsubishi Hadirkan Diler Berkonsep Premium
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Sensus Ekonomi 2026: Membaca Masa Depan Ekonomi Indonesia Lewat Data
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Tanda Seseorang Benar-benar Mencintai Hidupnya
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
President Prabowo Plans B50 Biodiesel Launch in July  
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar Univ Liverpool: PM baru tak akan ubah sikap Inggris soal Ukraina
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.