Moskow (ANTARA) - Inggris diperkirakan tidak akan melakukan perubahan signifikan terhadap kebijakannya terkait Ukraina meskipun akan dipimpin oleh perdana menteri baru, demikian menurut Andrew Roe-Crines, dosen senior politik Inggris di University of Liverpool, kepada RIA Novosti.
“Partai Buruh tampaknya berjalan seirama dengan Uni Eropa dalam isu Ukraina. Starmer terus merangkul Volodymyr Zelensky dengan dukungan partainya dan oposisi saat ini. Hanya Reform UK yang menawarkan pendekatan yang mendekati perubahan arah tersebut,” kata Roe-Crines.
Menurut dia, konsensus politik yang luas di Inggris membuat perubahan kebijakan dalam waktu dekat sangat kecil kemungkinannya terjadi.
“Karena dogmatisme ini, kecil kemungkinan kita akan melihat perubahan arah. Namun, demi kepentingan perdamaian, harus ada pelunakan bahasa terhadap Rusia,” ujarnya.
Roe-Crines berpendapat bahwa persoalan tersebut pada akhirnya merupakan urusan internal Rusia dan menilai London serta Brussels telah mengambil pendekatan yang tidak konsisten terhadap isu tersebut.
“Pada akhirnya, persoalan ini merupakan isu internal yang harus dikelola oleh Rusia sendiri. Namun, Inggris dan Uni Eropa tampaknya bertekad terus mempertahankan pandangan bahwa Ukraina dapat berdiri terpisah. Saya yakin nada mereka akan berbeda jika ada wilayah di Inggris yang menginginkan kemerdekaan,” katanya.
Pakar tersebut membandingkan substansi konflik Ukraina dengan skenario hipotetis apabila kawasan East Anglia memutuskan untuk merdeka dan membentuk pasukan untuk berperang melawan wilayah Inggris lainnya.
Menurutnya, skenario itu akan menjadi sesuatu yang “tidak masuk akal”.
“Karena itu, jalan terbaik bagi pemerintah Inggris mana pun saat ini adalah menyerahkan persoalan Ukraina kepada Rusia dan berbicara dengan lebih lunak kepada Presiden Vladimir Putin serta rakyat Rusia,” kata Roe-Crines.
Pada Senin (22/6), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang sedang berkuasa. Ia menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga pemimpin partai yang baru terpilih.
Starmer menambahkan bahwa proses pemilihan penggantinya akan dimulai pada 9 Juli dan selesai sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
Reform UK (Partai Reformasi Britania Raya) adalah partai politik berhaluan populis kanan dan skeptis terhadap Uni Eropa di Inggris yang didirikan pada tahun 2018.
Partai ini didirikan oleh tokoh penggerak Brexit, Nigel Farage, dan awalnya bernama Brexit Party sebelum diubah menjadi Reform UK.
Reform UK sangat populer karena kebijakan anti-imigrasi, sikap proteksionis, serta kritik keras terhadap kemapanan politik tradisional di Inggris.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Inggris dan Prancis tolak usulan Rutte gunakan PDB NATO bantu Ukraina
Baca juga: Inggris, Prancis siapkan pasukan untuk penempatan ke Ukraina
Baca juga: Inggris uji coba rudal jarak jauh sebelum dipasok ke Ukraina
“Partai Buruh tampaknya berjalan seirama dengan Uni Eropa dalam isu Ukraina. Starmer terus merangkul Volodymyr Zelensky dengan dukungan partainya dan oposisi saat ini. Hanya Reform UK yang menawarkan pendekatan yang mendekati perubahan arah tersebut,” kata Roe-Crines.
Menurut dia, konsensus politik yang luas di Inggris membuat perubahan kebijakan dalam waktu dekat sangat kecil kemungkinannya terjadi.
“Karena dogmatisme ini, kecil kemungkinan kita akan melihat perubahan arah. Namun, demi kepentingan perdamaian, harus ada pelunakan bahasa terhadap Rusia,” ujarnya.
Roe-Crines berpendapat bahwa persoalan tersebut pada akhirnya merupakan urusan internal Rusia dan menilai London serta Brussels telah mengambil pendekatan yang tidak konsisten terhadap isu tersebut.
“Pada akhirnya, persoalan ini merupakan isu internal yang harus dikelola oleh Rusia sendiri. Namun, Inggris dan Uni Eropa tampaknya bertekad terus mempertahankan pandangan bahwa Ukraina dapat berdiri terpisah. Saya yakin nada mereka akan berbeda jika ada wilayah di Inggris yang menginginkan kemerdekaan,” katanya.
Pakar tersebut membandingkan substansi konflik Ukraina dengan skenario hipotetis apabila kawasan East Anglia memutuskan untuk merdeka dan membentuk pasukan untuk berperang melawan wilayah Inggris lainnya.
Menurutnya, skenario itu akan menjadi sesuatu yang “tidak masuk akal”.
“Karena itu, jalan terbaik bagi pemerintah Inggris mana pun saat ini adalah menyerahkan persoalan Ukraina kepada Rusia dan berbicara dengan lebih lunak kepada Presiden Vladimir Putin serta rakyat Rusia,” kata Roe-Crines.
Pada Senin (22/6), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang sedang berkuasa. Ia menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga pemimpin partai yang baru terpilih.
Starmer menambahkan bahwa proses pemilihan penggantinya akan dimulai pada 9 Juli dan selesai sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
Reform UK (Partai Reformasi Britania Raya) adalah partai politik berhaluan populis kanan dan skeptis terhadap Uni Eropa di Inggris yang didirikan pada tahun 2018.
Partai ini didirikan oleh tokoh penggerak Brexit, Nigel Farage, dan awalnya bernama Brexit Party sebelum diubah menjadi Reform UK.
Reform UK sangat populer karena kebijakan anti-imigrasi, sikap proteksionis, serta kritik keras terhadap kemapanan politik tradisional di Inggris.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Inggris dan Prancis tolak usulan Rutte gunakan PDB NATO bantu Ukraina
Baca juga: Inggris, Prancis siapkan pasukan untuk penempatan ke Ukraina
Baca juga: Inggris uji coba rudal jarak jauh sebelum dipasok ke Ukraina





