Fahira Idris: Inovasi, Talenta dan Energi Generasi Muda Jadi Penggerak Kota Global

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menegaskan bahwa masa depan Jakarta sebagai kota global tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, investasi, atau gedung-gedung tinggi, tetapi terutama oleh kemampuan kota ini menumbuhkan inovasi, mencetak talenta unggul, dan memberi ruang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan.

Menurutnya, Jakarta sedang memasuki fase sejarah baru menuju usia 500 tahun yang bukan sekadar perayaan panjang usia kota, tetapi momentum untuk bertanya secara serius yakni Jakarta seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :
HUT ke-499, Fahira Idris: Pasar Rakyat Harus Jadi Wajah Ekonomi Jakarta Kota Global
Fahira Idris Beri 5 Rekomendasi Agar Perpres Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Bisa Berdampak

“Dalam pandangan saya, Jakarta kota global harus dibangun oleh manusia-manusia unggul, oleh inovasi yang berdampak, dan oleh generasi muda yang diberi ruang untuk bergerak, berkarya, dan memimpin perubahan,” ujar Fahira saat menjadi pembicara Jakarta Leaders Talk yang digelar dalam rangka Pelantikan MPW ICMI Muda DKI Jakarta di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

Senator Jakarta ini mengungkapkan, kota global tidak boleh hanya dipahami sebagai kota dengan kawasan bisnis modern, infrastruktur megah, dan investasi besar.

Kota global sejati adalah kota yang kualitas hidup warganya meningkat, transportasinya mudah, udaranya bersih, pendidikannya kuat, ekonominya inklusif, budayanya hidup, serta warganya merasa menjadi bagian penting dari pembangunan.

Jakarta, lanjutnya, memiliki peluang besar untuk memperkuat peran barunya sebagai pusat ekonomi nasional, pusat budaya, pusat inovasi, simpul diplomasi kota, serta ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat. Namun, peluang tersebut hadir bersama tantangan yang tidak ringan, mulai dari kemacetan, polusi udara, krisis iklim, ketimpangan sosial, kebutuhan lapangan kerja, hingga disrupsi digital.

“Tantangan Jakarta tidak bisa dijawab dengan cara lama. Kita membutuhkan cara berpikir baru, model kolaborasi baru, dan keberanian berinovasi. Inovasi kota global bukan sekadar teknologi paling canggih atau aplikasi paling banyak, tetapi solusi yang benar-benar menjawab masalah nyata warga,” kata Fahira.

Oleh karena itu, sambung Fahira Idris, inovasi Jakarta harus diarahkan untuk memperbaiki kualitas hidup warga. Digitalisasi layanan publik harus membuat urusan warga lebih cepat, mudah, dan transparan.

Baca Juga :
Pesan Sekjen DPD ke 221 PNS yang Dilantik: Integritas Harga Mati
Fahira Idris Minta Pemprov DKI Jakarta Lakukan Tujuh Hal Ini Agar Gerakan Pilah Sampah Jadi Budaya
Dari Dokter ke Senator, Stevi Harman Dorong Transformasi Kesehatan dan Ekonomi Desa di NTT

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Bukukan Laba Rp55,20 Triliun pada 2025, Perkuat Ketahanan Energi dan Transisi Rendah Karbon
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Polda Jabar Buka Ruang untuk Korban Taufik Hidayat Melapor ke Nomor Darurat 110
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
KPR 40 Tahun Disetujui Komite Tapera, Bunga untuk Rumah Subsidi Tetap 5 Persen
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bertambah Satu, Peserta Meninggal saat Latsarmil Kopdes-KNPM Jadi 3 Orang!
• 5 jam laludisway.id
thumb
China Ikut Cawe-cawe MBG, Siapkan Teknologi AI Demi Sukseskan Program Andalan Prabowo
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.