China Ikut Cawe-cawe MBG, Siapkan Teknologi AI Demi Sukseskan Program Andalan Prabowo

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini mendapat perhatian dari China.

Bahkan, dukungan yang ditawarkan bukan sekadar investasi atau kerja sama bisnis biasa, melainkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu mengatur distribusi makanan secara lebih efisien.

Langkah tersebut diungkap langsung oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong. Menurutnya, sejumlah perusahaan China menunjukkan minat besar untuk membantu kelancaran MBG melalui teknologi yang dapat mendukung tata kelola program secara modern dan tepat sasaran.

“Saya paham bahwa para pebisnis China juga ingin mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan cara-cara yang dapat mereka lakukan,” kata Wang usai menghadiri Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Salah satu bentuk dukungan itu datang dari perusahaan teknologi raksasa China, Tencent. Wang mengaku baru-baru ini bertemu dengan pihak Tencent yang tengah mengembangkan proyek penerapan teknologi AI untuk membantu perencanaan kebutuhan harian program MBG.

Baca Juga: Prabowo Buka Voting Pemilihan Logo HUT RI, 300 Orang Berpeluang Dapat Hadiah

Menurut Wang, Tencent sedang merancang perangkat khusus yang mampu mendeteksi jumlah siswa yang hadir di sekolah setiap harinya secara otomatis.

Data tersebut nantinya akan langsung dikirimkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dasar perhitungan jumlah makanan yang harus diproduksi dan didistribusikan ke sekolah terkait.

Dengan sistem itu, jumlah porsi MBG dapat dihitung lebih akurat sehingga potensi kekurangan maupun kelebihan makanan bisa ditekan.

Wang menilai inisiatif Tencent mencerminkan keseriusan dunia usaha China dalam mendukung program-program prioritas pemerintah Indonesia.

Ia berharap penerapan teknologi berbasis AI semacam itu dapat membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di berbagai daerah sekaligus memperkuat efisiensi pengelolaannya.

Dukungan teknologi untuk MBG sebenarnya bukan hal baru dalam pembahasan pemerintah. Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, juga menyinggung pentingnya pemanfaatan government technology (govtech) untuk mendukung pengawasan dan evaluasi program tersebut.

Baca Juga: Demo Pro MBG Ternyata Sewaan? Pemerintah Akhirnya Buka Suara

Menurut Luhut, pemerintah saat ini tengah mengembangkan ekosistem digital yang mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga agar program-program strategis negara dapat berjalan lebih efektif.

“Misalnya, (pelaksanaan) MBG dengan data yang ada akan bisa dilihat daerah mana yang membutuhkan, daerah mana yang masih bisa dijadikan prioritas kedua, begitu pun yang lain,” ungkap Luhut di Jakarta, Senin (25/5).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah 12 Tahun Tewas dalam Serangan Drone Israel di Kamp Pengungsian Gaza | SAPA SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Aturan Baru MBR: Penghasilan Rp8 Juta Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Neymar Siap Kembali, Jelang Pertandingan Brasil VS Skotlandia | KOMPAS MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Taufik Hidayat Dibekuk Polisi, Seperti Apa Kelanjutan Sayembara Rp250 Juta? Begini Jawaban Dedi Mulyadi
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Eks Dubes Dian WIrengjurit Bongkar Penyebab Iran Berkali-kali Kecewa kepada Indonesia | SATU MEJA
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.