Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak ada tarif yang dipatok Iran bagi kapal yang akan melintas di Selat Hormuz. Jaminan itu disampaikan Trump usai menerima informasi terbaru dari pihak Iran.
"Iran telah memberi tahu AS bahwa tidak ada tol, tidak ada biaya asuransi & tidak ada biaya lain apa pun yang diminta atau diterima oleh Iran pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir AFP, Rabu (24/6/2026).
Teheran diketahui telah berulang kali mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengenakan biaya layanan maritim untuk melintasi Selat Hormuz sebagai pengganti tol. Rencana itu ditentang keras oleh pihak Amerika.
Iran dan Oman mengatakan pada hari Selasa (23/6) bahwa mereka akan mempelajari biaya yang akan dikenakan untuk layanan yang diberikan dalam mengelola Selat Hormuz. Mereka menegaskan memegang kedaulatan atas jalur air tersebut.
Pernyataan terbaru dari Trump ini tidak menyebutkan apakah jaminan bebas tarif itu masih berlaku setelah 60 hari masa pembahasan damai AS dan Iran selesai. Belum ada keterangan yang diberikan dari pihak Iran.
Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima pungutan tarif Iran atas Selat Hormuz.
Washington dan Teheran telah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk menghentikan konflik. Keduanya juga telah menyelesaikan putaran pertama pembicaraan di Swiss, membuka periode negosiasi 60 hari tentang pencabutan sanksi, program nuklir Iran, dan masa depan Selat Hormuz.
Blokade Iran atas selat penting tersebut selama perang dengan AS-Israel, telah menyebabkan harga minyak global melonjak. Namun, lalu lintas kapal mulai meningkat sejak kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani.
Pemerintah Iran berulang kali menegaskan akan mempertahankan kendali atas selat yang menjadi rute pelayaran seperlima minyak global tersebut.
Pada hari Selasa (23/6), pemerintah Iran dan Oman yang berbagi Selat Hormuz, mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka akan mempelajari administrasi jalur perdagangan dan biaya yang akan dikenakan untuk layanan, sambil tetap menegaskan kedaulatan mereka atas selat tersebut.
Rubio, yang membuka tur regional di Uni Emirat Arab, mengatakan Washington akan menentang langkah tersebut.
"Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tarif atau biaya di jalur air internasional," tegas Menlu AS itu, dilansir kantor berita AFP. Dia menambahkan bahwa ia yakin "semua negara di kawasan ini akan setuju".
(ygs/maa)





