Iran Bebas Produksi Rudal, Perdana Menteri Pakistan Tegaskan tidak Jadi Bagian dari Pembicaraan dengan AS

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, KARACHI—Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa program rudal balistik Iran bukanlah bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Iran dan AS.

“Saya akan mengatakan dengan wewenang penuh saya bahwa MoU ini tidak menyebutkan tentang rudal balistik. Itu tidak pernah dibahas, tidak pernah ada dalam agenda, dan pihak Iran bahkan tidak pernah ingin membahasnya,” tegasnya dikutip dari Anadolu.

“Jadi itu bukan kesan, itu adalah fakta,” kata Sharif saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang sedang berkunjung ke Islamabad.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Pezeshkian menandatangani MoU secara elektronik yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara AS, Israel, dan Iran serta menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.

Sharif mengatakan tidak boleh ada standar ganda.

“Tidak boleh ada standar ganda, dua standar, bahwa beberapa negara dapat memiliki rudal balistik dan Iran tidak boleh memilikinya,” ujarnya.

“Anda tidak dapat menerima kemunafikan semacam ini,” tambahnya.

Ia mengklaim bahwa ada “perusak” yang berusaha menggagalkan kesepakatan perdamaian tersebut.

“Mereka tidak ingin bangsa Iran, sebuah bangsa besar, bangkit dari puing-puing perang dan mencapai puncak kejayaan,” tambahnya.

Sharif mengatakan bahwa Islamabad akan terus memainkan peran mediasinya untuk mencapai perdamaian “abadi” di kawasan tersebut.

“Kami akan melanjutkan peran penting ini hingga perdamaian abadi terwujud dengan syarat dan ketentuan yang didikte oleh martabat dan kehormatan,” katanya.

Kunjungan Pezeshkian ke Pakistan menandai perjalanan luar negeri pertamanya sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, menghantam kota-kota Iran dan memicu pembalasan oleh Teheran sebelum pertempuran berhenti pada 8 April, ketika Pakistan mengamankan gencatan senjata.

Sharif menyampaikan belasungkawa atas kehilangan “ribuan nyawa berharga” dalam perang tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan menyampaikan “solidaritas penuh” kepada rakyat Iran dari rakyat Pakistan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi atas dukungan penuh mereka terhadap upaya mediasi Islamabad untuk mengakhiri perang.

Ia juga memperingatkan terhadap sabotase oleh mereka yang “tidak senang dengan gencatan senjata ini.”

Mencatat bahwa Pakistan dan Iran selalu berdiri berdampingan di masa-masa sulit, Sharif mengatakan kedua negara akan bekerja untuk memperkuat hubungan di bidang perdagangan, ekonomi, investasi, dan sektor lainnya.

Ia mengatakan akan mengunjungi Teheran minggu depan dan mengumumkan bahwa delegasi Pakistan akan menghadiri pemakaman Khamenei. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
30 Aktor dan Aktris Korea Paling Populer Juni 2026, Ada Heo Nam Jun!
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
AI Ubah Cara Masyarakat Menjaga Kesehatan, Era Longevity 5.0 Resmi Dimulai
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Penting Kalender Pendidikan Madrasah Lengkap Beserta Link Donwload-nya
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diplomasi dalam Semangkuk Coto Makassar
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Jawa Barat Sabet Penghargaan Wisata Ramah Muslim Berstandar Internasional
• 8 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.