Wamenkop: Digitalisasi kunci menarik generasi muda ke koperasi

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong koperasi untuk beradaptasi dengan perkembangan digital guna memperkuat tata kelola sekaligus menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam gerakan koperasi.

Ia mengatakan hampir 60 persen penduduk Indonesia saat ini merupakan generasi muda yang cenderung menginginkan layanan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Koperasi perlu menyesuaikan tata kelola dengan kebutuhan masyarakat yang didominasi generasi muda agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” kata Farida dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu, dikutip dari keterangan resmi.

Ia menyatakan Kementerian Koperasi terus mendorong setiap koperasi untuk melakukan adaptasi digital sehingga semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi anggota maupun terlibat dalam pengembangan koperasi.

Ia menilai generasi muda perlu melihat koperasi sebagai lembaga usaha yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman, bukan sebagai model bisnis yang sudah usang.

Baca juga: Kemkomdigi bangun infrastruktur dorong KDKMP masuk ekosistem digital

Baca juga: Menkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasi

Farida mengatakan koperasi merupakan lembaga usaha yang sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 karena mengedepankan prinsip kebersamaan dan gotong royong dalam kegiatan ekonomi.

Selain berorientasi pada keuntungan, koperasi juga disebut memiliki nilai sosial yang kuat sehingga dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama.

Menurut Farida, komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan juga menjadi momentum kebangkitan koperasi, termasuk melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah dikembangkan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Farida juga menekankan pentingnya RAT sebagai instrumen bagi anggota untuk menilai kesehatan koperasi dan mengevaluasi kinerja pengurus.

"RAT ini adalah kebutuhan anggota untuk mengukur apakah pengurus koperasi amanah atau tidak, sesuai dengan tujuan koperasi atau tidak, menyejahterakan anggotanya atau tidak, atau hanya menyejahterakan pengurusnya," kata Farida.

Baca juga: Bupati Bulungan harap transaksi Koperasi Merah Putih berbasis digital

Baca juga: Kemenko PM dorong petani-koperasi go digital lewat pelatihan strategis

Baca juga: Menkop sebut Sekolah Digital Koperasi UKSW bisa perkuat kopdes


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Para Makelar Demokrasi: Aktivis Dibeli, Massa Disewa, Kampus Dicatut
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Ini Cara Daftar dan Persyaratannya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Yakin Indonesia Tangguh Hadapi Krisis Global Meski Selat Hormuz Ditutup
• 19 jam laludisway.id
thumb
Wamen ATR: Cakupan Sertifikasi Tanah DKI Jakarta Bisa Jadi Contoh Daerah Lain
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alibaba Gugat Dephan AS usai Masuk Daftar Hitam Pentagon
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.