Lonjakan volume kendaraan terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (24/6). Tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan momen libur sekolah ini mengakibatkan arus lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan Jawa–Bali tersebut padat.
Pantauan di lokasi pada Rabu pagi, ekor kemacetan kendaraan sempat mengular hingga ke kawasan Patung Gandrung Watu Dodol, atau sepanjang kurang lebih 10 kilometer. Memasuki Rabu siang, antrean kendaraan perlahan mulai menyusut namun masih tertahan di kisaran lima kilometer.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa kepadatan ini dipicu oleh kombinasi peningkatan mobilitas masyarakat. Selain itu cuaca ekstrem di Selat Bali dalam beberapa hari terakhir juga menjadi penyebabnya.
"Kondisi cuaca di perairan saat ini dipengaruhi arus kuat dan angin kencang. Demi menjaga keselamatan pelayaran, kami harus melakukan penyesuaian proses bongkar muat kapal dan pola operasional di lapangan," ujar Arief, Rabu (24/6).
Situasi kian menantang karena adanya gangguan operasional pada dua unit kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP. Akibat gangguan tersebut, sebagian layanan kendaraan angkutan barang terpaksa bergeser ke kapal ferry reguler.
Di saat yang bersamaan, volume kendaraan kecil dan bus yang hendak menyeberang tercatat melonjak hingga 30 persen dibanding kondisi normal karena imbas masa libur sekolah.
"Meski terjadi pergeseran angkutan barang, pelayanan terhadap kendaraan kecil dan bus tetap menjadi prioritas kami agar mobilitas masyarakat yang sedang berlibur dapat terus terjaga," tambah Arief.
Maksimalkan 30 Kapal dan Skema Bongkar Muat CepatUntuk mengurai antrean yang mengular, ASDP bersama BPTD dan KSOP langsung mengambil langkah percepatan dengan memaksimalkan seluruh fasilitas dan armada yang tersedia.
Di Dermaga Moveable Bridge (MB), ASDP mengoperasikan 19 kapal reguler dengan tambahan 11 kapal bantuan, sehingga total terdapat 30 kapal yang dikerahkan untuk melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Sementara di Dermaga Bulusan, operasional berjalan normal dengan dukungan tambahan KMP Portlink VII. ASDP juga menerapkan skema full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) pada satu unit kapal di dermaga LCM untuk mempercepat sirkulasi kendaraan, serta menerjunkan KMP Pratitha di dermaga ponton guna mengurai antrean kendaraan roda dua.
Pihak ASDP menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari situasi ini.
"Seluruh petugas di lapangan terus bekerja maksimal agar antrean dapat segera terurai. Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mengikuti arahan petugas di pelabuhan dan memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi ASDP," pungkas Arief.





