Jenazah WNI korban pembunuhan di Malaysia dipulangkan ke Tanah Air

antaranews.com
21 jam lalu
Cover Berita
Banda Aceh (ANTARA) - Jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh Putri Hensy Aprilda (22) yang menjadi korban pembunuhan di Selangor, Malaysia telah dipulangkan ke Tanah Air atau kampung halamannya di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

"Alhamdulillah jenazah sudah tiba dan diserahkan kepada pihak keluarga," kata Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Rabu.

Sebelumnya, salah seorang warga asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22) bersama anaknya yang masih bayi dilaporkan meninggal dunia, diduga menjadi korban pembunuhan di Sepang, Selangor, Malaysia.

Jenazah dipulangkan melalui di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, setelah itu diberangkatkan ke Aceh Tamiang menggunakan ambulans Pemerintah Aceh Tamiang. Sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Haji Uma sendiri bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang turut mengantarkan langsung jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh Tamiang tersebut hingga sampai ke rumah duka.

Pemulangan jenazah, kata Haji Uma, dilakukan melalui koordinasi antara KBRI Kuala Lumpur, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, pihak keluarga korban, serta tim pendamping Haji Uma di Malaysia.

"Masyarakat Aceh yang berada di Malaysia juga turut membantu proses pengurusan jenazah, koordinasi lapangan, hingga dukungan logistik selama proses pemulangan," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Gowa upayakan pemulangan jenazah TKI terbunuh di Malaysia

Baca juga: WNI tewas diduga dibunuh di Kota Kinabalu Malaysia

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima dari KBRI Kuala Lumpur, kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Kepolisian Diraja Malaysia dan pelaku telah berhasil diamankan.

Dirinya menjelaskan, korban dan bayinya diduga dibunuh dalam satu rangkaian peristiwa yang terjadi di Selangor. Informasi diperoleh dari tim pendamping di Malaysia menyebutkan korban mengalami tindak kekerasan saat masih dalam kondisi hamil hingga melahirkan.

"Ini pembunuhan yang sangat kejam. Berdasarkan informasi yang kami terima dari lapangan, korban mengalami kekerasan saat masih hamil dan bayinya juga menjadi korban. Ini peristiwa yang sangat sadis dan tentu kita berharap proses hukum berjalan hingga tuntas," katanya.

Haji Uma menambahkan, untuk jenazah bayi korban tidak dipulangkan ke Indonesia dan telah dimakamkan di Malaysia setelah melalui musyawarah dengan pihak keluarga. Pemakaman bayi tersebut turut dibantu masyarakat Aceh di Malaysia dan pihak-pihak yang mendampingi penanganan kasus tersebut.

Dalam proses pengurusan kedua jenazah, Haji Uma menyebutkan bahwa untuk biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp28 juta. Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, masyarakat Aceh di Malaysia, keluarga korban, serta bantuan pribadi Haji Uma.

"Total biaya pengurusan dan pemulangan jenazah sekitar Rp28 juta. Bantuan berasal dari Pemkab Aceh Tamiang sebesar Rp10 juta, bantuan pribadi saya Rp5,4 juta termasuk biaya cargo, dari keluarga dan tokoh serta masyarakat sekitar Rp5 juta, dan selebihnya dari masyarakat Aceh di Malaysia Rp7,4 juta," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan jalur resmi apabila ingin bekerja ke luar negeri. Karena, pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural lebih rentan menghadapi berbagai persoalan karena tidak memiliki perlindungan hukum memadai.

"Harus melalui prosedur resmi, ada kontrak kerja dan legalitas yang jelas. Banyak persoalan yang dialami pekerja migran non-prosedural karena mereka tidak memiliki perlindungan yang kuat ketika menghadapi masalah di negara penempatan," demikian Haji Uma.

Baca juga: Satu TKI tewas dibunuh di Yordania

Baca juga: Sosok WNI korban mutilasi di Hong Kong


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hashish 3 Kg dari Rusia Terbongkar, Pelaku Ditangkap Usai Mobilnya Masuk Parit
• 20 jam laludisway.id
thumb
Kesaksian Warga Venezuela saat Diguncang Gempa 7,1 M: Mengerikan, Listrik Padam
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
[Foto] Angin Segar Bagi Ojol, Mulai 1 Juli Grab dan Goto Terapkan Komisi 8%
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Selat Hormuz Dibuka Kembali, RI Pastikan Tetap Impor Minyak dari Rusia
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Hendri Budi Satrio: Demo Bayaran Berpotensi Mencederai Perjuangan Mahasiswa | KOMPAS PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.