Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta masih menghadapi persoalan serius terkait kualitas udara. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota kerap masuk dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di Asia Tenggara. Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembangunan, hingga pembakaran sampah rumah tangga menjadi faktor utama yang memperburuk kualitas udara di berbagai wilayah Jakarta.
Paparan polusi udara tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit pernapasan menjadi yang paling terdampak akibat tingginya kadar partikel polutan seperti PM2.5 di udara. Kondisi ini juga memicu meningkatnya kekhawatiran warga terhadap kualitas hidup di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Di tengah berbagai upaya pemerintah menekan emisi dan memperbaiki kualitas udara, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Sejumlah komunitas warga mulai membangun gerakan dari tingkat lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan kawasan padat penduduk, hingga edukasi soal bahaya polusi udara kepada masyarakat sekitar.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi sorotan dalam Forum Udara Warga bertajuk “Udara Kita, Suara Kita” yang digelar di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). Forum ini mempertemukan warga dari sejumlah wilayah di Jakarta untuk berbagi pengalaman menghadapi persoalan polusi udara di lingkungan masing-masing.
Penggerak masyarakat dan penyuluh kesehatan dari Kebayoran Lama Selatan, Ajie, mengatakan forum semacam ini penting karena memberi ruang bagi warga untuk saling belajar dari pengalaman komunitas lain.
“Harapannya, nanti semakin banyak anak muda yang ikut terlibat,” ujar Ajie kepada tim Katadata Green, dikutip Kamis (25/6/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah komunitas dari Penjaringan, Kebayoran Lama Selatan, Kebon Kosong, hingga Semper Barat memaparkan berbagai gerakan yang mereka jalankan. Ada yang membangun bank sampah, mengembangkan kebun komunitas, mendorong penggunaan energi rumah tangga yang lebih bersih, hingga mengadvokasi ruang terbuka hijau di kawasan padat penduduk.
Salah satu cerita datang dari RW 004 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Kawasan yang berada dekat titik bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok itu setiap hari terpapar emisi kendaraan berat dan aktivitas industri.




