Fadli Zon Sebut Kebijakan Presiden Terdahulu Bisa Diadopsi untuk Kemandirian Ekonomi

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut ada beberapa kebijakan Presiden terdahulu yang bisa diadopsi untuk mendukung kemandirian Indonesia. Misalnya, kebijakan di sektor pertanian era Presiden ke-2 RI, HM Soeharto.

"Sebagaimana diketahui, Indonesia berhasil swasembada pangan di tahun 1984. Yang tadinya kita kelaparan, menjadi swasembada pangan. Itu kan prestasi yang luar biasa," kata Fadli Zon usai membuka acara seminar nasional tentang Pak Harto di Universitas Trilogi Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Program yang saat itu diusung adalah Revolusi Hijau, yaitu suatu transformasi sistem pertanian tradisional ke modern yang berfokus pada peningkatan produksi pangan, khususnya padi. Fadli Zon menjelaskan era Soeharto ada Koperasi Unit Desa (KUD) yang berfokus pada pertanian serta industrialisasi dan investasi mulai bergerak di Indonesia.

Fadli Zon menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat ini hampir serupa dengan KUD. Namun, KDMP sifatnya lebih kompleks yang menyentuh semua aspek perekonomian.

Fadli Zon menjelaskan KDMP bertujuan menggerakkan perekonomian desa, dengan membuka akses bagi petani, nelayan, pekebun, pedagang kecil, untuk bisa meletakkan produknya dan mereka bisa mendapatkan harga yang pantas dari hasil tersebut.

“Koperasi itu kekuatannya kan kebersamaan, mereka bisa menentukan harga produknya," ujar Fadli Zon.

Menurut dia, Soeharto memiliki banyak jasa kepada Indonesia. Baik dalam keterlibatannya di medan perang, masa-masa awal peralihan kepemimpinan, hingga masa akhir kepeminpinannya.

"Kita bisa melihat, keterlibatan Pak Harto di ASEAN, APEC, maupun Gerakan Non Blok. Bahkan Pak Harto juga dicatat sebagai mediator dalam berbagai konflik antar negara, di Kamboja maupun Philipina," ujar Fadli Zon.

Baca Juga:  Refleksi Kepemimpinan Soeharto, Berbasis Kalkulasi Politik dan Kebatinan Jawa


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Dok. Istimewa

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengatakan Soeharto memiliki jasa sangat besar bagi kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia.

"Terutama dalam sektor pendidikan, yaitu dalam program pengentasan buta aksara dan pemenuhan pendidikan dasar," kata Menteri Abdul Mu'ti.

Dia menyampaikan di masa awal pemerintahan Soeharto, angka buta aksara masih sangat tinggi. Dengan program pendidikan dasar saat itu, terutama di SD Inpres, Indonesia bisa bebas dari buta aksara, buta angka, dan buta pengetahuan dasar.

"Ini lah jasa-jasa beliau yang tak bisa kita abaikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Setelah menggelar peluncuran buku dan sarasehan bertajuk Ketahanan Nasional, Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen, Analisis SWOT Negara ala Jawa karya B. Wiwoho, peringatan Haul ke-105 Soeharto berlanjut di Universitas Trilogi, Jakarta. Peringatan dikemas melalui lomba melukis sketsa Jenderal Besar H.M. Soeharto dan Seminar Nasional bertema Kepemimpinan Jenderal Besar H.M. Soeharto.

Tercatat 1.126 peserta dari berbagai kalangan mengikuti lomba melukis, mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum. Besarnya jumlah peserta membuat kegiatan ini dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koperasi dan Pertanian Jadi Kunci Bangun Kemandirian Ekonomi
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Indonesia Paparkan Tiga Pilar Strategis Penguatan Perbatasan pada Forum DGICM 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
MK Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Ingin Pertahankan UU Keadaan Bahaya
• 1 jam lalukompas.id
thumb
LPS Menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah Mulai 1 Juli 2026
• 5 menit lalupantau.com
thumb
APBD Kian Megap-Megap, DPR Desak Gaji PPPK Dibiayai Penuh oleh APBN Pusat
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.