Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat memicu kekhawatiran global tentang masa depan dunia kerja. Banyak laporan menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan akan terdampak otomatisasi, terutama yang bersifat rutin dan berbasis data.
Namun di sisi lain, sejumlah studi internasional juga menegaskan bahwa tidak semua profesi berada dalam ancaman, bahkan ada pekerjaan yang relatif lebih “aman” di era AI.
- Freepik
Laporan dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), dikutip VIVA Kamis, 25 Juni 2026, menyebutkan bahwa dampak AI terhadap pekerjaan sangat bergantung pada jenis tugas, bukan hanya profesinya. Pekerjaan dengan kombinasi keterampilan kompleks, pengambilan keputusan, serta interaksi manusia cenderung lebih sulit digantikan teknologi.
Sementara itu, World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025 menegaskan bahwa meskipun jutaan pekerjaan akan berubah akibat AI, teknologi ini juga akan menciptakan profesi baru dan memperkuat pekerjaan yang membutuhkan keterampilan manusia seperti analisis, kreativitas, dan kepemimpinan.
1. Sektor Kesehatan: Sentuhan Manusia Tak Tergantikan
Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling aman dari disrupsi AI. Profesi seperti dokter, perawat, psikolog, dan tenaga medis tetap membutuhkan interaksi manusia secara langsung.
AI memang membantu dalam diagnosis dan analisis data medis, tetapi keputusan akhir dan empati terhadap pasien masih membutuhkan manusia. OECD juga menekankan bahwa pekerjaan yang melibatkan “human judgment” dan tanggung jawab etis sulit digantikan sepenuhnya oleh mesin.
2. Pekerjaan Berbasis Keterampilan Fisik (Skilled Trades)
Profesi seperti teknisi listrik, tukang bangunan, mekanik, dan pekerja lapangan termasuk yang paling tahan terhadap otomatisasi.
Alasannya sederhana: pekerjaan ini membutuhkan ketangkasan fisik, adaptasi di lingkungan nyata, dan pemecahan masalah langsung di lapangan hal yang masih sulit dilakukan robot secara fleksibel di berbagai kondisi dunia nyata.
Beberapa analisis juga menunjukkan bahwa pekerjaan dengan interaksi fisik kompleks termasuk kategori dengan risiko otomatisasi rendah.
3. Profesi Pendidikan dan Pengajaran
- Freepik
Guru, dosen, dan pelatih profesional tetap memiliki peran penting di tengah perkembangan AI.
Meskipun AI dapat membantu menyediakan materi pembelajaran, proses mendidik manusia tetap membutuhkan pendekatan emosional, motivasi, dan pemahaman karakter siswa. World Economic Forum menyoroti bahwa pekerjaan berbasis interaksi sosial dan pengembangan manusia akan tetap dibutuhkan bahkan di masa otomatisasi tinggi.





