Wakil pemimpin Partai Yabloko, Maxim Kruglov (39), dijatuhi vonis tujuh tahun penjara usai melontarkan kritik di media sosial terkait perang Ukraina. Partai Yabloko diketahui merupakan partai oposisi terkemuka di Rusia.
Dilansir AFP, Kamis (25/6/2026), Kruglov ditangkap pada Oktober 2025. Otoritas Rusia saat ini menyebut Kruglov diduga menyebarkan informasi palsu tentang tentara Rusia.
Tudingan tersebut terkait dengan dua unggahan yang dibuatnya pada April 2022. Satu unggahan tentang mengutuk korban sipil dalam perang Ukraina dan unggahan lainnya terkait tindakan tentara Rusia di Bucha, tempat ratusan warga sipil ditemukan dieksekusi setelah pasukan Rusia mundur dari daerah tersebut.
Kruglov menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa unggahannya hanya menyerukan penyelidikan atas apa yang terjadi, lapor media independen Mediazona.
Maxim Kruglov merupakan salah satu dari beberapa tokoh senior Partai Yabloko yang menghadapi tuduhan sejak tahun lalu. Yabloko adalah salah satu partai oposisi tertua di Rusia.
Partai ini memperoleh jutaan suara dalam pemilihan parlemen pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, tetapi sejak 2007 gagal mendapatkan kursi di Duma Negara.
Partai tersebut mengatakan bahwa mereka menghadapi pembatasan birokrasi yang terus-menerus yang dirancang untuk mencegah kandidat mereka mencalonkan diri.
Sejak melancarkan serangan Ukraina pada tahun 2022, Rusia telah mengatur penindakan terhadap perbedaan pendapat yang mengingatkan pada era Soviet, dengan mendenda atau memenjarakan siapa pun yang berbicara menentang perang.
(ygs/ygs)





