Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem Irma Chaniago merespons adanya 100 titik SPPG fiktif di Cilacap seperti yang diungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. Irma memandang ini harus jadi momentum Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi titik SPPG.
"SPPG fiktif mungkin saja ada di daerah daerah lain, semoga kedepan Kinerja BGN makin baik," kata Irma saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).
Dia memandang ini menjadi kesempatan BGN untuk sekalian berbenah. Ia menyebut BGN juga bisa sekaligus menhentikan secara permanen SPPG yang bermasalah.
"Tentu ini momentum untuk BGN yang baru benah-benah di segala bidang, memperbaiki tata kelola, mengevaluasi korwil dan korcam juga mengevaluasi SDM yang ada di SPPG (KA SPPG, auditor, dan ahli gizi) begitu juga setop secara permanen SPPG yang bangunannya tidak sesuai standar dan tidak memiliki IPAL pabrikan yang digunakan untuk mengolah limbah agar tidak mencemari sekelilingnya," ucap dia.
Irma mengakui DPR RI tidak bisa memberikan informasi secara mendetail terkait SPPG di seluruh wilayah. Ia juga menyebut sesungguhnya banyak masyarakat yang punya SPPG baik tapi tidak disetujui oleh BGN di masa lalu.
"Kami sebagai wakil rakyat hanya mampu melakukan kontrol, memberi kan solusi dan informasi terkait mana SPPG yang baik dan yang tidak baik di dapil kami masing-masing. Sebetulnya banyak masyarakat yang punya SPPG bagus tapi tidak mendapatkan approval, sementara yang tidak bagus malah dapat approval," ujarnya.
"Karena itulah banyak teman-teman yang membantu masyarakat yang tidak dapat approval dengan memfasilitasi mereka ke BGN mensukseskan program presiden kan wajib dilakukan oleh mitra kerja sepanjang tidak jual titik dan kualitas SPPG yang difasilitasi sesuai standar bahkan bisa dijadikan percontohan bagi SPPG SPPG yang ada tapi tidak sesuai standar," lanjutnya.
(maa/jbr)





