JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Lodewijk F. Paulus menegaskan bahwa PT PLN (Persero) memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang dicanangkan pemerintah akan sulit dicapai jika pasokan listrik tidak berjalan dengan baik.
“Kalau PLN mati seminggu saja, apakah pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai? Tentu tidak bisa. Karena itu, peran PLN sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Lodewijk saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja PLN di Hotel Bidakara, Jakarta, dikutip dari siaran pers, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: PLN Pastikan Listrik Jawa Tengah Pulih, Tak Ada Pemadaman Bergilir
Ia mengatakan, keandalan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor utama yang menopang pembangunan nasional.
Oleh karena itu, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Lodewijk juga menyebut PLN dan para pekerja di sektor kelistrikan merupakan bagian dari komponen pendukung dalam sistem pertahanan negara.
Menurut dia, setiap warga negara memiliki peran dalam upaya Bela Negara sesuai profesi dan tugasnya masing-masing.
Baca juga: PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Banten, Listrik Sudah Normal
“PLN beserta serikat pekerjanya berada pada komponen pendukung. Apakah harus mengangkat senjata? Tentu tidak. Justru tugasnya adalah memastikan listrik tetap menyala dan sistem kelistrikan tetap berjalan. Ketika negara menghadapi ancaman, setiap profesi menjalankan perannya masing-masing,” kata Lodewijk.
Lodewijk menambahkan, peran itu menjadi semakin penting karena sistem kelistrikan nasional termasuk infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor kehidupan.
Ia menilai menjaga pasokan listrik tetap berjalan merupakan bentuk nyata Bela Negara karena gangguan terhadap sistem kelistrikan dapat memengaruhi ketahanan nasional.
Sebagai contoh, Lodewijk menyinggung upaya warga Iran yang berusaha melindungi pembangkit listrik ketika fasilitas tersebut disebut menjadi sasaran ancaman serangan.
Baca juga: Mahasiswa Desak PLN Tanggung Jawab soal Pemadaman Listrik di Tulungagung, Kerugian Capai Rp 1,8 M
"Saat Amerika Serikat mengancam akan merudal power plant milik Iran, apa yang dilakukan rakyat Iran? Mereka berupaya membuat perisai hidup. Apa mereka bersenjata? Tidak. Hanya membawa bendera dan disertai semangat nasionalisme," kata dia.
Menurut Lodewijk, sistem kelistrikan nasional harus terus dijaga karena memiliki tiga fungsi penting.
Pertama, mendukung pembangunan nasional.
Kedua, menjadi bagian dari obyek strategis yang menunjang ketahanan negara.
Baca juga: Pemadaman Listrik di Palangka Raya Masih Berlangsung, PLN: Tim Teknis Masih Bekerja di Lapangan
Ketiga, menjadi fondasi transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh insan PLN, termasuk anggota Serikat Pekerja PLN, terus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
“PLN memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pertahanan negara. Karena itu, fokuslah bekerja dan terus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, terlebih saat ini dunia mulai memasuki era perang elektronik yang menempatkan infrastruktur energi sebagai salah satu aset paling penting,” kata Lodewijk.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




