Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu (24/6), di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa terkait perang Iran.
Pertemuan itu berlangsung menjelang KTT NATO yang akan digelar di Ankara pada Juli mendatang. Selain membahas konflik Iran, keduanya menyinggung komitmen negara-negara anggota NATO terhadap belanja pertahanan dan masa depan kehadiran militer AS di Eropa.
Dalam pertemuan di Ruang Oval, Rutte berupaya meyakinkan Trump bahwa sebagian besar negara anggota NATO tetap mendukung Amerika Serikat meski terdapat perbedaan pandangan terkait konflik di Timur Tengah.
"Saya tahu ada beberapa kasus yang membuat Anda kecewa, tetapi secara umum sekutu-sekutu Eropa tetap mendukung Amerika Serikat," kata Rutte dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).
Rutte membawa data peningkatan anggaran pertahanan negara-negara anggota NATO sejak Trump pertama kali menjabat sebagai presiden pada 2017. Ia juga menyoroti peran pangkalan militer di Eropa yang digunakan untuk mendukung operasi militer AS selama konflik berlangsung.
Meski demikian, Trump belum sepenuhnya puas dengan sikap sejumlah negara anggota NATO.
Namun, ia tetap memberikan apresiasi kepada Rutte yang dinilainya berhasil menjaga komunikasi di tengah hubungan yang tidak selalu berjalan mulus antara Washington dan aliansi pertahanan tersebut.
"Anda telah melakukan pekerjaan yang baik. Jika orang lain yang memimpin NATO, mungkin kita bahkan tidak akan duduk bersama hari ini," kata Trump.
Ketegangan MeningkatHubungan Amerika Serikat dan NATO kembali menjadi sorotan setelah sejumlah negara anggota aliansi menolak memberikan dukungan penuh terhadap langkah militer Washington dalam konflik Iran.
Trump yang selama ini dikenal sebagai pengkritik NATO menilai sebagian sekutu Eropa tidak memberikan kontribusi yang seimbang terhadap keamanan bersama.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia bahkan sempat mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap NATO dan membuka kemungkinan untuk mengurangi keterlibatan Washington dalam aliansi tersebut.
Selain isu Iran, Trump juga terus menekan negara-negara anggota NATO agar meningkatkan anggaran pertahanan mereka dan tidak bergantung pada perlindungan militer AS.
Di tengah situasi tersebut, Rutte berupaya menjaga hubungan antara Washington dan sekutu-sekutunya tetap stabil. Sejak Trump kembali memenangkan pemilu pada 2024, salah satu fokus utama Rutte adalah memastikan perbedaan pandangan antara AS dan negara-negara Eropa tidak berkembang menjadi krisis yang dapat mengganggu soliditas NATO.
Pertemuan di Gedung Putih ini menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus persiapan menjelang KTT NATO yang diperkirakan akan banyak membahas keamanan Eropa, perang Iran, dan peran Amerika Serikat dalam aliansi pertahanan terbesar di dunia itu.





