Bisnis.com, SEMARANG — Bank Jateng mendukung pengelolaan Sendang Kun Gerit untuk menjadi tujuan wisata lokal di wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Saat ini, jumlah pengunjung sendang mencapai sekitar 20.000 orang setiap bulan.
Berjarak hanya sekitar 2-3 km dari akses utama Jalan Gemolong-Plupuh, Sendang Kun Gerit memadukan pesona pemandian mata air alami dengan fasilitas wisata lainnya seperti waterboom, area pemancingan, villa dan glamping, serta tiga restoran yakni Resto Kun Gerit, Panguripan, dan Sukowati.
Sugiman Totok, pengelola kawasan wisata Sendang Kun Gerit, mengatakan bahwa pengelolaan Sendang Kun Gerit didukung oleh dana Corporate Social Responsibility (SCR) Bank Jateng yang diberikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pendukung. Selain itu, Bank Jateng juga mendukung digitalisasi pembayaran di kawasan wisata tersebut.
“Penggunaan QRIS Bank Jateng membuat transaksi pengunjung menjadi jauh lebih praktis dan transparan," ujar Sugiman dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Pendopo multifungsi yang dibangun dari dana CSR Bank Jateng dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) di kawasan Sendang Kun Gerit. Sepanjang tahun 2026, tercatat lebih dari 750 event terselenggara, mulai dari meeting instansi, workshop, pesta pernikahan, hingga acara privat keluarga.
Selain didukung oleh dana CSR Bank Jateng, pengelolaan Sendang Kun Gerit juga turut digerakkan oleh BUMDes dan urunan warga. Hingga kini tercatat ada 1.069 investor lokal dari masyarakat Jatibatur yang turut mendanai dan menikmati hasil dari putaran ekonomi desa mereka.
Adapun, tiket masuk ke kawasan ini ditetapkan Rp5.000 per orang untuk mengakses pemandian mata air. Tambahan biaya Rp10.000 per orang bagi pengunjung yang ingin bermain di waterboom. Tarif menginap di villa dan glamping ditawarkan mulai Rp250.000 per malam. Semua transaksi dapat dilakukan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS Bank Jateng.





