Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu, memerintahkan Departemen Kehakiman (DoJ) untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak terkait tingginya harga bensin.
“Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayar. Harga-harga itu turun sangat cepat! Dengan kata lain, konsumen sedang ‘diperas’,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Saya telah menginstruksikan DoJ untuk segera mulai menyelidiki hal ini. Harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang saya lihat saat ini!” tambahnya.
Sebelumnya pada Selasa (23/6), Trump mengatakan bahwa harga rata-rata bensin secara nasional telah turun sebesar 0,60 dolar AS (sekitar Rp10.771,8) per galon dibandingkan beberapa waktu lalu.
Pekan lalu, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat turun hingga di bawah 4 dolar AS (sekitar Rp71.876) per galon untuk pertama kalinya sejak Maret.
Penurunan itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara serta memulihkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Dari bensin hingga bahan makanan, kenaikan harga bebani konsumen AS
Baca juga: Media: Tatneft Rusia batasi penjualan solar, bensin di seluruh negeri
Baca juga: Harga bensin dan solar di Selandia Baru turun pada Mei
“Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayar. Harga-harga itu turun sangat cepat! Dengan kata lain, konsumen sedang ‘diperas’,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Saya telah menginstruksikan DoJ untuk segera mulai menyelidiki hal ini. Harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang saya lihat saat ini!” tambahnya.
Sebelumnya pada Selasa (23/6), Trump mengatakan bahwa harga rata-rata bensin secara nasional telah turun sebesar 0,60 dolar AS (sekitar Rp10.771,8) per galon dibandingkan beberapa waktu lalu.
Pekan lalu, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat turun hingga di bawah 4 dolar AS (sekitar Rp71.876) per galon untuk pertama kalinya sejak Maret.
Penurunan itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara serta memulihkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Dari bensin hingga bahan makanan, kenaikan harga bebani konsumen AS
Baca juga: Media: Tatneft Rusia batasi penjualan solar, bensin di seluruh negeri
Baca juga: Harga bensin dan solar di Selandia Baru turun pada Mei





