Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tak hanya menghadiri acara puncak petani dan nelayan terbesar di Indonesia, tetapi juga menyampaikan sejumlah pesan politik, ketahanan pangan, hingga menerima penghargaan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Kehadiran Prabowo disambut antusias ribuan peserta yang telah memadati lokasi sejak pagi. Presiden tiba sekitar pukul 11.20 WIB menggunakan mobil Maung MV3 Limousine buatan PT Pindad didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Terima Penghargaan Tertinggi KTNADalam acara tersebut, Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor menganugerahkan Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama kepada Prabowo.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan perhatian Presiden terhadap pembangunan sektor pertanian dan kesejahteraan petani serta nelayan.
"Kehadiran Presiden menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk berkarya, berinovasi, berkontribusi dalam pembangunan pertanian," kata Yadi.
Usai menerima penghargaan, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan yang dinilainya menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Soroti Ancaman Kelaparan GlobalDalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa persoalan pangan merupakan isu paling mendasar yang harus menjadi prioritas pemerintah.
Ia menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menegaskan bahwa tidak ada masalah yang lebih mendesak daripada kelaparan.
"Katanya ada orang-orang pinter yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi ya dia mati," kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung peringatan lembaga internasional terkait meningkatnya ancaman krisis pangan global.
Menurut dia, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah memberi peringatan mengenai meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan.
Meski demikian, Prabowo menyebut Indonesia kini mulai berada pada posisi yang lebih baik karena mampu meningkatkan produksi pangan.
Ia bahkan mengungkapkan sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk, beras, dan jagung dari Indonesia.
Singgung Demo BayaranSelain membahas pangan, Prabowo juga menyinggung fenomena demonstrasi yang menurutnya dibiayai pihak tertentu.
"Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," ujar Prabowo.
Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurut Prabowo, banyak peserta demonstrasi yang belum tentu memahami substansi tuntutan yang mereka suarakan.
Prabowo kemudian mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurut dia, Indonesia membutuhkan dukungan semua pihak untuk memperkuat posisi di tengah kompetisi antarnegara.
Apresiasi Peran TNI dan PolriDalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang ikut mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ia menyebut keterlibatan aparat dalam sektor pertanian merupakan sesuatu yang unik dan menjadi kekuatan Indonesia.
"Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Hanya mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu," katanya.
Menurut Prabowo, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor yang akan mempercepat kebangkitan Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri.
Candaan untuk Teddy hingga SherlySejumlah momen menarik juga terjadi selama acara berlangsung.
Saat menyapa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo sempat berkelakar karena Teddy mendapat sambutan meriah dari peserta.
"Letkol kok disambut kayak begitu. Yang presiden aku," kata Prabowo yang disambut tawa hadirin.
Momen serupa terjadi ketika Prabowo menyebut nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Sambutan meriah peserta membuat Prabowo bercanda dengan menyebut Sherly seperti pemenang Piala Citra.
Tak hanya itu, Prabowo juga melontarkan candaan saat menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Panglima TNI ada Subiyanto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalau diganti," ujarnya.
Tinjau Teknologi Pertanian ModernUsai menghadiri acara utama, Prabowo meninjau area pameran teknologi pertanian modern yang menjadi bagian dari PENAS XVII.
Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Prabowo melihat langsung berbagai inovasi pertanian, mulai dari teknologi budidaya padi modern, smart greenhouse, integrasi pertanian dan perikanan, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian modern.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat modernisasi sektor pertanian guna mendukung target swasembada pangan nasional.





