JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis Komunikasi Politik dari Unpad, Kunto Adi Wibowo, berpendapat semua presiden akan berusaha mengalihkan tekanan politik dengan mendeligitimasi pihak yang melakukan aksi unjuk rasa.
Kunto menyampaikan pendapat tersebut menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak yang mendanai aksi unjuk rasa belakangan ini.
Adapun Prabowo mengatakan hal itu setelah muncul pernyataan mantan Ketua BEM FH Universitas Bung Karno yang mengaku telah menerima uang saat aksi unjuk rasa.
“Menurut saya tidak hanya Pak Prabowo yang akan berbicara itu mungkin ya, dalam kondisi saat ini,” kata Kunto dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: [FULL] Analis Komunikasi Bahas Peringatan Presiden Prabowo ke Sejumlah Pihak yang Mendanai Aksi Demo
“Siapapun yang akan jadi Presiden juga akan berusaha mengalihkan, atau meringankan tekanan politik dari demonstrasi itu. Dan salah satu caranya ya, satu, mendiligitimasi aktor-aktor yang melakukan demonstrasi, dalam hal ini mahasiswa,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menilai viralnya pengakuan eks Ketua BEM FH UBK yang menerima uang tersebut tidak organik karena terlalu cepat.
“Mumpung ada yang ketahuan dan saya pikir juga ada operasi informasi yang luar biasa, karena viralnya itu cepat banget ketika Ketua Fakultas Hukum UBK itu mengaku mendapat Rp20 juta itu langsung berurut viral, semua orang tahu,” tuturnya.
“Yang menurut saya, ya satu, itu memang memalukan. Tapi viralitasnya dalam hal ini tampaknya tidak organik juga.”
Menurutnya, ada upaya-upaya untuk mendiligitimasi gerakan mahasiswa melalui kejadian itu.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kunto adi wibowo
- unjuk rasa
- aksi unjuk rasa
- presiden ri
- presiden prabowo
- prabowo subianto





