Jakarta: Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, menekankan pentingnya pendampingan psikolog dan psikiater secara berkelanjutan bagi YTR, perempuan korban penyekapan dan penganiayaan sadis oleh kekasihnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Intervensi kesehatan jiwa dinilai menjadi pilar utama karena korban mengalami kekerasan ekstrem.
“Penting juga pendampingan psikolog dan psikiater secara berkelanjutan terhadap korban,” ujar Netty dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
Baca Juga :
Jangan Ada Taufik Hidayat LainnyaNetty menegaskan bahwa pemulihan trauma tidak dapat diselesaikan hanya melalui pemeriksaan awal di rumah sakit. Proses penyembuhan mental korban membutuhkan penanganan yang panjang hingga YTR benar-benar mampu kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Kesehatan mental korban harus mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Pendampingan tidak boleh berhenti setelah korban keluar dari rumah sakit, tetapi harus berlanjut sampai benar-benar pulih,” jelas Netty.
Kasus yang baru terungkap setelah bertahun-tahun ini dinilai menjadi alarm keras untuk memperkuat sistem deteksi dini dan perlindungan sosial. Terutama bagi perempuan yang berada dalam situasi rentan dan terisolasi.
“Korban membutuhkan keadilan hukum yang seadil-adilnya atas apa yang diperbuat pelaku, tetapi korban juga sangat membutuhkan kesempatan untuk pulih dan melanjutkan hidupnya. Negara harus hadir mengawal kedua hal tersebut secara bersamaan,” kata Netty.
Ilustrasi kekerasan perempuan. Foto: Media Indonesia (MI)/Duta.
Kasus penyekapan ini disorot tajam publik. Pelaku, Taufik Hidayat, berhasil diringkus oleh Polda Jawa Barat di Majalaya pada Selasa, 23 Juni 2026, usai sempat buron.
Di sisi lain, korban YTR ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan dengan gangguan mobilitas, penglihatan permanen pada kedua matanya, kesulitan berbicara, serta trauma psikis. Kondisi memilukan ini akibat penyekapan selama hampir tiga tahun.




