Kemenangan ini mengantar Selecao mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Brasil finis di puncak klasemen Grup C unggul selisih gol atas Maroko yang pada saat bersamaan juga mengoleksi tujuh poin usai mengalahkan Haiti.
Sementara itu, Skotlandia harus puas menempati posisi ketiga dengan tiga poin. Tartan Army kini hanya bisa berharap lolos melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Bintang kemenangan Brasil adalah Vinicius Junior yang mencetak dua gol pada babak pertama, sementara satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha.
Vinicius Hukum Kesalahan Skotlandia Sejak Awal
Brasil langsung menunjukkan kualitasnya sejak menit-menit awal pertandingan.
Baru tujuh menit laga berjalan, Vinicius Junior sukses membawa Selecao unggul setelah memanfaatkan kesalahan fatal lini belakang Skotlandia. Penyerang Real Madrid itu dengan tenang menaklukkan Angus Gunn dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol cepat tersebut membuat Brasil semakin nyaman mengontrol permainan dan mendominasi penguasaan bola.
Pada menit ke-22, Vinicius sebenarnya kembali menjebol gawang Skotlandia setelah memanfaatkan kesalahan serupa. Namun selebrasi Brasil terhenti karena wasit meninjau proses gol melalui VAR.
Setelah pemeriksaan selesai, gol dianulir karena terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Sundulan Vinicius Bawa Brasil Unggul Nyaman
Meski gol keduanya sempat dianulir, Vinicius terus menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Skotlandia.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45+3, Bruno Guimaraes mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti yang langsung disambut Vinicius dengan sundulan tajam dari jarak dekat.
Bola meluncur ke sisi kiri gawang tanpa mampu dijangkau Angus Gunn dan membawa Brasil unggul 2-0.
Gol tersebut menjadi gol kedua Vinicius dalam pertandingan sekaligus mempertegas dominasi Selecao sepanjang babak pertama.
Brasil bahkan hampir menambah keunggulan beberapa menit kemudian melalui Rayan, tetapi Gunn berhasil melakukan penyelamatan penting.
Matheus Cunha Lengkapi Pesta Gol Selecao
Skotlandia mencoba bangkit setelah jeda dan berusaha meningkatkan tekanan. Namun upaya mereka justru membuka ruang bagi Brasil untuk melakukan serangan balik berbahaya.
Pada menit ke-60, Bruno Guimaraes kembali menunjukkan peran pentingnya sebagai kreator serangan. Gelandang Newcastle United itu mengirim umpan matang kepada Matheus Cunha di dalam kotak penalti.
Tanpa kesulitan berarti, Cunha melepaskan tembakan sentuhan pertama yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Skotlandia.
Gol tersebut memperbesar keunggulan Brasil menjadi 3-0 sekaligus memastikan kemenangan Selecao semakin sulit dikejar.
Carlo Ancelotti kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Neymar pada menit ke-76 untuk menambah variasi serangan Brasil.
Alisson Jadi Tembok Kokoh di Bawah Mistar
Meski tertinggal tiga gol, Skotlandia tetap berusaha mencari gol hiburan.
Peluang terbaik mereka datang melalui Scott McTominay yang dua kali mengancam gawang Brasil pada babak kedua.
Namun Alisson Becker tampil luar biasa di bawah mistar.
Kiper Brasil itu menggagalkan sundulan berbahaya McTominay pada menit ke-64 sebelum kembali melakukan penyelamatan penting pada masa injury time untuk menjaga gawangnya tetap steril.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Brasil tidak berubah.
Hasil ini memastikan Brasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup C, sementara Skotlandia harus menunggu hasil grup lain untuk mengetahui apakah mereka masih memiliki peluang melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Susunan Pemain
Skotlandia (4-4-1-1): Gunn; Patterson (Ralston 82'), Gannon-Doak (Christie 82'), McKenna, Robertson (Tierney 46'); McLean, Ferguson, McTominay, McGinn (Curtis 90+1'); Hendry; Shankland (Adams 90+1').
Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos (Alex Sandro 82'); Casemiro (Fabinho 65'), Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta (Martinelli 66'); Rayan (Endrick 82'), Matheus Cunha (Neymar 76'), Vinicius Junior.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





